oleh

SMKN 1 Belida Darat Terapkan Kurikulum Mulok Budidaya Nanas Berbasis Kearifan Lokal

SUMEKS.CO – Upaya mewujudkan alumni SMK yang siap bekerja, berwirausaha dan melanjutkan pendidikan dapat dilakukan dengan mengembangkan potensi yang ada di sekitar sekolah termasuk nilai-nilai kearifan lokal. Seperti yang dilakukan SMK Negeri 1 Belida Darat, yakni dengan memanfaatkan nanas untuk dibudidayakan.

Menurut Kepala SMKN 1 Belida Darat, Romala Dewi, budidaya nanas di sekitar SMKN 1 Belida Darat khususnya dan Desa Gaung Asam umumnya, adalah potensi sumber daya (resources) yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah dalam rangka menuju terciptanya entrepreneurship di SMKN 1 Belida Darat.

“Pembelajaran “entreprenuer” sebagaimana layaknya mata pelajaran lainnya memerlukan dokumen kurikulum yang mengatur tentang latar belakang, maksud dan tujuan, sasaran, alokasi waktu dan metode pembelajaran. Oleh karena kedudukan dokumen kurikulum dalam hal ini menjadi sangat penting. Dokumen Kurikulum layaknya menjadi kompas bagi seorang pelaut di samudera yang luas,” terang Romala kepada SUMEKS.CO, Minggu (21/2).

Pada sisi lain, peningkatan ketaqwaan para siswa kepada Allah SWT merupakan hal penting yang harus dilakukan linier dengan peningkatan kemampuan akademis dan non akademis siswa. Oleh sebab itu, musholla sebagai tempat berbagai aktivitas keagamaan bagi siswa menjadi penting keberadaannya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Mondyaboni mengatakan, Bidang SMK menyambut baik inisiatif Keluarga Besar SMKN 1 Belida Darat untuk mendirikan musholla dan mendukung berbagai upaya yang dilakukan untuk mewujudkannya sepanjang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Bidang SMK Disdik Provinsi Sumsel juga menyambut baik inisiatif SMKN 1 Belida Darat untuk melaksanakan mata pelajaran muatan lokal Budidaya Nanas berbasis kearifan lokal. Semoga berbekal kurikulum ini, dan dengan dukungan komitmen yang tinggi dari para warga dapat menumbuhkembangkan kemampuan wirausaha bagi siswa SMKN 1 Belida Darat,” ungkap Mondyaboni.(ety)

Komentar

Berita Lainnya