oleh

Soal Fandi Eko Utomo ke Sriwijaya FC, Ini Kata GM PSIS Semarang…

JAKARTA – GM PSIS Semarang Wahyu Liluk Winarto merespons pemberitaan terkait kesuksesan manajemen Sriwijaya FC mendapatkan tanda tangan Fandi Eko Utomo. Dia mengaku terkejut karena sejauh ini semua pemain tim berjuluk Mahesa Jenar masih ada ikatan kontrak. Sekalipun jika melihat durasinya kerja sama itu sudah kadaluarsa pada Desember tahun lalu.

“Sesuai kesepakatan di internal kami, manajemen dan pemain. Kontrak 2020 kan belum dipakai karena kompetisi terhenti akibat Covid-19, jadi kesepakatannya kontrak ini berlaku untuk musim 2021 dan semua sudah sepakat. Dengan begitu, Fandi tetap pemain kami karena kesepakatan ini,” ungkap Liluk.

Nah, lanjut Liluk, jika ada klub yang berminat meminangnya pihaknya tidak mempermasalahkan. Hanya, prosesnya harus benar. Tidak asal serobot karena semua ada aturan mainnya.

“Waktu itu memang ada yang telepon tapi baiknya ya datanglah ke sini, bicara baik-baik. Kami tidak masalah jika memang Fandi mau dipinjam atau dipermanenkan tapi kan semua harus ada omongan. Komunikasi penting agar semua berjalan dengan baik,” ingatnya.

Liluk berharap, komunikasi tidak hanya melibatkan manajemen Sriwijaya FC dan manajemen PSIS. Tapi juga dengan Fandi itu sendiri. Dengan dibicarakan bersama-sama, proses perpindahan ini tidak ada yang dilukai.

Perburuan pemain dengan asal comot ini mengingatkan perburuan pemain di awal musim. Kala itu, pemain Persik Kediri yang sudah diklaim mau pindah ke Jakabaring ramai-ramai batal. Dalam operasinya, manajemen pun akhirnya hanya dapat Obet Choiri dan pemain cadangan macam Dedy Iriawan, Sandrian Tuslin, dan Kusumawardhana.

Masalahnya simpel, manajemen Persik Kediri merasa tidak dihargai dalam proses perpindahan ini. Mereka tidak diajak bicara langsung oleh manajemen Sriwijaya FC. Imbasnya ya pemain bidikan Sriwijaya FC pilih Persita Tangerang untuk meneruskan karir di dunia profesional. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya