oleh

Soal Liga I, Teco: Dulu Dominan Politik, Sekarang Skema Lebih Variatif

DENPASAR – Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra sudah berkarier sebagai pelatih di Indonesia terhitung sejak tahun 2003 ketika menjadi Pelatih Fisik Persebaya Surabaya.

Saat itu, dia menjadi asisten dari sang ayah Gildo Rodriguez yang kala itu menjadi arsitek Persebaya sebelum akhirnya mempersunting Jacksen F Thiago sebagai arsitek dan mengantarkan Persebaya meraih gelar juara Liga Indonesia.

Mengenai taktik dan strategi, Coach Teco menilai era sekarang pelatih lebih variatif mengusung skema bermain.

Teco sendiri di Bali United dominan memakai pola 4-3-2-1, 4-1-2-3, atau 4-3-3. Ayah dua anak tersebut mengungkapkan, hampir semua klub pada tahun di Liga Indonesia pada tahun 2004 mengusung skema tiga bek.

“2004, hampir semua klub pakai sistem tiga pemain belakang dan main dengan formasi 3-5-2,” ucap Coach Teco.

“Kalau sekarang, hampir semua tim pakai empat pemain belakang dengan sistem 4-4-2, 4-3-3, atau 4-2-3-1. Lebih variasi sekarang,” tambah mantan arsitek Royal Thai Navy tersebut.

Disamping itu, Teco menilai dulu gaya permainan pemain lebih keras dibanding sekarang dan manajemennya pun tidak sebagus sekarang.

Bahkan, Teco menyebut dulu klub masih memakai dana politik. Entah apa maksud Teco. Mungkin maksudnya adalah dana politik adalah dana APBD dari masing-masing

daerah karena saat itu klub tidak diharuskan membentuk perseroan terbatas (PT) dan diperbolehkan memakai dana pemerintah setempat. “Di 2004, pemain lebih keras dan banyak pelanggaran. Seharusnya mereka dapat kartu merah tapi wasit tidak berikan.

Manajemen juga masih pakai duit (dana) politik (APBD). Tapi, sekarang tim lebih punya sponsor,” tutur pelatih berusia 46 tahun itu. (rb/lit/mus/JPR)

Komentar

Berita Lainnya