oleh

Soal Masa Depan Liga : Klub Sudah Tak Punya Harapan

Sumeks.co – Jajaran klub sebetulnya sudah sepakat Liga 1 musim 2020 dilanjutkan pada November. Kesepakatan tersebut dibuat setelah menggelar pertemuan dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI di Jogjakarta (13/10).

Namun, saat ini sebagian klub seolah tidak yakin kompetisi divisi tertinggi di tanah air itu berlangsung bulan depan. PSM Makassar, misalnya. Tim berjuluk Juku Eja tersebut yang sudah beberapa pekan terakhir berada di Jogjakarta memutuskan pulang ke Makassar kemarin (18/10).

PSM menyusul Barito Putera yang juga ber-home base di Jogjakarta yang sudah meliburkan pemain sejak 16 Oktober.

Ketidakyakinan klub-klub akan bergulirnya Liga 1 pada November cukup beralasan. Sebab, sampai saat ini, kepolisian belum memberikan izin. ”Manajemen meyakini liga tidak akan digelar dalam waktu dekat,” kata Media Officer PSM Sulaiman Abdul Karim kemarin.

Pemain PSM Zulkifli Syukur menambahkan, tim pulang sembari menunggu kejelasan kompetisi. ”Jadi, untuk saat ini, pemain diliburkan dan diperbolehkan balik ke rumah masing-masing sambil menunggu keputusan resmi terkait kelanjutan liga,” tuturnya.

Kendati demikian, tim pelatih sudah memberikan program untuk dijalankan para pemain selama diliburkan. ”Pemain walaupun libur toh mereka harus tetap melakukan aktivitas latihan masing-masing di rumah,” ujarnya.

Berbeda dengan tim lain yang memutuskan untuk pulang kandang dan meliburkan pemain, Persiraja Banda Aceh masih berada di Jogjakarta. Hanya, tim dengan julukan Laskar Rencong itu menghentikan latihan.

”Sudah 10 hari ini bebas. Jadi bingung juga. Lagi menunggu perintah dari bos,” ucap pelatih Persiraja Hendri Susilo.

Juru taktik 54 tahun itu secara gamblang menyebutkan bahwa tidak ada lagi harapan terkait kompetisi. ’’Harapan kami sudah tidak ada. Maksud saya musim ini liga (katanya) bergulir 1 November, 1 Desember, 1 Januari. Itu kata PSSI kan kalau, kalau, kalau,’’ ungkapnya, lalu terkekeh.

Hendri menilai, ketidakpastian bergulirnya liga juga berdampak pada psikologis pemain. ’’Motivasi tinggi tapi liganya tidak ada. Bolak-balik mundur. Secara psikologis ya drop. Saya pikir semua tim sama ya,’’ ujarnya.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya