oleh

Soal UKT Mahasiswa, Kebijakan Nadiem Makarim Kembali Jadi Polemik

JAKARTA-  Kebijakan Menteri Pendidikan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali menuai polemik di tengah publik. Kebijakan tersebut merupakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tercantum dalam Peraturan Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 25 Tahun 2020.

Ada empat bentuk keringanan yang ditawarkan Kemendikbud dalam Permendikbud itu, seperti mencicil UKT, penundaan UKT, penurunan UKT, dan beasiswa.

Demikian disampaikan oleh Wakil Anggota DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (22/8/2020).Namun, lanjutnya, untuk mendapatkan, mahasiswa harus terlebih dahulu mengajukan diri dan keputusan akhir pun tergantung penilaian pihak kampus.

Politisi PAN ini menilai, merasa kebijakan Mendikbud Nadiem aneh lantaran selama pandemik, kampus ditutup dan penggunaan gedung, AC, dan lain-lain tidak terpakai.

“Tapi UKT masih disuruh cicil, ditunda pembayarannya, atau diringankan maksimal 50% dan otoritasnya balik ke kampus masing-masing. Jelas ini sama sekali tidak membantu,” ujarnya.

Ia mengatakan, bila berniat membantu, harusnya biaya UKT digratiskan atau didiskon dan mahasiswa tidak perlu ada pengajuan ke pihak kampus. “Jangan disuruh mencicil atau bisa ditunda bayar UKT, ini sama saja tetap bayar namanya,” ungkapnya.

Anak Buah Zulkifli Hasan ini juga mennjesalkan, bahwa di Indonesia kampus swasta jumlahnya lebih banyak dari kampus negeri. “Maka tidak adil bila Permendikbud 25/2020 hanya diperuntukkan bagi PTN,” tuturnya.

“Saya dapat info kalau ada mahasiswa yang melaporkan Mas Menteri ke Komnas HAM, ini artinya kecewanya mereka sudah sangat dalam terkait kebijakan yang tidak berpihak,” sambungnya Zita menambahkan, bahwa kebijakan Nadiem Makarim soal UKT bisa berlaku untuk semua perguruan tinggi yang ada di Indonesia dengan besaran yang jelas.

“Saya berharap UKT bisa betul-betul digratiskan, ada kalau ada potongan jelas berapanya dan berlaku untuk semua perguruan tinggi di Indonesia,” pungkasnya. (Muf/Pojoksatu)

 

Komentar

Berita Lainnya