oleh

Soft Launching Transportasi Sungai dan Peresmian Terminal Batubara Muara Lawai

LAHAT – Untuk mengatasi permasalahan transportasi batubara di provinsi Sumatera Selatan, PT Batubara Mandiri ada solusinya.

Yakni dengan membangun terminal batubara di Muara Lawai. Peresmian soft launching telah dilakukan, hari ini, Kamis, (11/4/2019).

Kabupaten Lahat kini memiliki Transportasi Air untuk mengangkut hasil tambang seperti batubara, pasir batu, semen dan lainnya.

Hal ini dengan diresmikannya stokfile dan dermaga PT Batubara Mandiri. Peresmian sendiri diawali dengan penandatangan prasasti oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, pemecahan kendi dan pelepasan dua tongkang yang mengakut batubara.

Acara langsung dihadiri Gubernur Sumsel, H Herman Deru, Bupati Muara Enim H Ahmad Yani, Bupati Lahat Cik Ujang, Chairman PT Batubara Mandiri, H Baharuddin.

Peresmian ditandai dengan pemecahan kendi dan langsung pelepasan tongkang batubara.

Menurut Chairman H Baharuddin,  dengan adanya terminal transportasi sungai batubara di Muara Lawai ini, diharapkan bisa menjawab kendala pengusaha batubara di provinsi Sumsel yang berhubungan dengan fasilitas sarana prasarana yang tidak memadai di provinsi ini. Khususnya angkutan transportasi  batubara.

Sehingga pengiriman batubara tidak terhambat. “Mudah-mudahan dengan adanya terminal sungai transportasi batubara di Muara Lawai ini bisa membantu teman-teman pengusaha batubara di provinsi Sumsel ini,” ungkap Baharudin usai penandatanganan MoU angkutan sungai.

MoU antara PT Batubara Mandiri dengan Liannex Corporation. Juga MoU dengan PT Bara Pagner Jaya.

Sementara Gubernur Sumsel, sangat menyambut baik dengan adanya terminal sungai transportasi Batubara.

Kalau hanya pemerintah provinsi Sumsel saja, tanpa kerjasama semua pihak, khususnya para pengusaha atau perusahaan batubara, tentunya ini tidak terwujud.

“Ini sebagai solusi terbaik bagi sarana transportasi angkutan batubara, selain jalan khusus dan jalur kereta api,” tambah Gubernur Herman Deru. 

Chairman sekaligus Presiden direktur PT Batubara Mandiri, H Baharudin mengungkapkan bahwa dalam uji coba ini ada dua tongkang 100 feet dengan kapasitas sekitar 350 ton.

Via Sungai Lematang, masuk ke stokpile dan dermaga batubara Muara Lawai. Lalu ke Muara Lematang dan Bagus Kuning Palembang.

Tongkang tersebut akan melalui  50 jembatan gantung dan 5 jembatan permanen.

“Alhamdulillah semuanya tidak perlu lagi melintas di jalan umum, batubara cukup dibawa masuk ke terminal batubara muara lawai pada malam hari, dikarenakan ada rekomendasi dari Gubernur Provinsi Sumsel,” beber H Baharudin diampingi General Manager PT Batubara Mandiri Adi Dharma, Kamis (11/4).

Ditambahkan, manager operasional PT Batubara Mandiri, Ari bahwa dari dua armada tongkang tersebut, bisa mengangkut 6 kali perharinya selama 24 jam.

Sementara untuk perusahaan yang sudah bekerja sama yakni PT Sinar Musi Jaya mengakut batubara pasir, split, koral.

Lalu PT Liannex Corporotion bergerak di bidang batubara semen, logistik dan tranding komoditas.

Sementara Bupati Lahat, Cik Ujang SH menyebutkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat sangat mendukung, apalagi ada rekomendasi dari Gubernur Sumsel melalui transportasi air.

“Demi kepentingan masyarakat termasuk PAD sangat mendukung dan transportasi sungai berjalan lancar, masuk ke terminal batubara muara lawai,” tukasnya.

Gubernur Provinsi Sumsel, H Herman Deru SH MM mengemukakan, adanya transportasi air mengurangi arus di jalan umum.

“Dibuktikan ditunjang ada pengangkutan via sungai, melalui penelitian tidak sederhana dengan memperhatikan debit air, bobot angkut serta lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Masih banyak dilengkapi, sambung dia, utamanya tenaga kerja, dimana peraturan daerah (perda) mengatur tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas.

“Dinamis kondisi alam dan cuaca makin harus perhatikan lingkungan air ekosistemnya. Maka, konsep sangat baik yakni, sama-sama menguntungkan tidak ada dirugikan,” ungkap H Herman Deru.

Selain itu, perusahaan juga harus memperhatikan lingkungan termasuk debu. “Yang jelas terkait masalah lingkungan kita tidak main- main dan bila tidak diperhatikan akan kita cabut,” tegas Herman Deru. (lis/afz)

Komentar

Berita Lainnya