oleh

Sopir PT Lonsum Diikat, Truk Gagal Dijarah Karena Terpasang GPS

MUBA – Jajaran Satreskrim Polres Muba dan Polsek Tungkal Jaya, Sabtu (27/2) sore berhasil meringkus salah satu dari tiga pelaku perampokan terhadap sopir truk pengangkut sawit milik PT Lonsum, Mustakim (43) diringkus di kediamannya dusun 1 desa Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Muba tanpa perlawanan.

Mustakim sendiri bersama dua rekannya yang masih buron terlibat perampokan terhadap Herman Sawiran (44) warga desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir yang terjadi Senin (15/2) lalu sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan dusun Belido, Kecamatan Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya.

“Kita mendapat informasi keberadaan pelaku yang sesuai dengan ciri yang diungkap korban dan saksi, kita lakukan penangkapan tanpa perlawanan dirumahnya. Kita sita barang bukti pakaian yang dikenakan saat kejadian,” ujar Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIk melalui Kasatreskrim AKP Ali Rojikin SH.

Kejadian perampokan sendiri berawal saat korban melintas dengan mengendarai Dump Truk warna hijau merk Dutro Hino dengan Nopol BG 8996 IJ membawa muatan tandan buah sawit. Kemudian korban distop tiga pelaku yang berpura-pura hendak menumpang ke Kafe DS KTGR.

Diperjalanan ternyata pelaku merampok korban, dua pelaku menodongkan senjata api laras pendek ke kepala dan leher korban sedangkan seorang pelaku lainnya mengeluarkan senjata tajam. Korban kemudian diturunkan dari mobil dan diikat tangannya serta kepalanya di tutupi dengan kain dan parasut.

Setelah itu korban dinaikan kembali ke dalam mobil dan disuruh duduk jongkok di lantai mobil. Pelaku kemudian membawa mobil namun diperjalanan korban meminta untuk mengemudikan mobil kembali dan pelaku setuju, tetapi pelaku yang mengarahkan kemana tujuan.

Saat itu truk mengarah ke  Blok Semarang Desa Beji Mulyo dan menurunkan tandan buah kelapa sawit. Setelah itu pelaku membawa korban dan mobil ke kebun sawit yang perjalanannya sekitar 30 menit dari tempat menurunkan tandan buah kelapa sawit, kemudian 2 orang pelaku menurunkan korban dari dalam mobil dan mengikat korban dibatang sawit dengan kepala dan wajah masih tertutup kain dan parasut.

Sejurus kemudian korban berteriak  bahwa di dalam mobil ada GPS dan mendengar itu pelaku pergi meninggalkan mobil dengan membawa kunci kontak serta mengambil handphone milik korban. Usai bisa melepaskan diri dari ikatannya korban meminta bantuan dan menghubungi pihak Kepolisian Sektor Tungkal Jaya.

“Kita saat ini masih melakukan pengejaran kepada dua pelaku lainnya,” pungkas Ali. (Kur)

 

Komentar

Berita Lainnya