oleh

Sosok Polisi Teladan Polda Sumsel, Mendirikan Taman Pengajian Al Quran di Mushola Polsek

SUMEKS.CO – Bripda Anton Sufino anggota Bhabinkamtibmas Polsek Muara Lakitan bangga dan senang mendapatkan penghargaan dari Kapolda Sumsel. Ia masuk dalam 10 personel satker/satwil yang berprestasi dan menjadi teladan dijajaran Polda Sumsel 2020.

Prestasi yang telah ditorehkan Bripda Anton Sufino yakni mendirikan taman pengajian Al Quran patut dicontoh.

Anak keempat dari empat bersaudara itu selalu menyempatkan waktu luangnya usai melaksanakan ibadah sholat maghrib untuk mengajari anak-anak sekitar Polsek mengaji.

Tak hanya itu sebelum mengajar mengaji kepada anak-anak di mushola Polsek, ia juga memberikan taklim. Dengan ikhlas dan telaten, Anton satu per satu mengajari anak-anak yang belum bisa mengaji agar pandai mengaji. Dan bukan perkara mudah untuk mengajak mereka agar termotivasi belajar mengaji.

“Saya perlakukan layaknya adik. Layaknya kita mengajak dengan kasih sayang. ‘Kan dimana-mana namanya anak-anak anggapan mereka takut dengan polisi,” ujar Anton yang mengaku sudah bertugas di Polsek Muara Lakitan sejak akhir Desember 2018.

Pendekatan lainnya juga ia lakukan dengan membelikan anak-anak itu buku iqro’.

“Namanya juga anak-anak, adakalanya kita harus lakukan pendekatan dengan lembut. Seperti kita memberinya uang semisal untuk jajan, biar mereka mau belajar ngaji,” timpal anak dari pasangan Piter dan Sunarti ini.

Hingga kini, cukup banyak anak-anak yang rata-rata masih bersekolah di tingkat SD maupun SMP mengikuti kegiatan belajar mengaji di mushola Polsek. Pertemuan itu empat kali dalam seminggu, selepas sholat maghrib yang lebih dulu mereka ikut taklim.

“Niatnya hanya untuk amal saja,” ujarnya.

Awal berdirinya taman pengajian AlQuran di mushola Polsek Muara Lakita, ia mengungkapkan sekitar awal tahun 2019. Saat itu Anton baru pindah tugas ke Polsek Muara Lakitan. Dan niat awalnya ia hanya ingin mengaktifkan kegiatan sholat lima waktu di mushola Polsek tempatnya bertugas kini.

“Jadi saya ajak anak-anak kecil di sekitaran Polsek,” kenangnya.

Nah beberapa hari kemudian, selepas Anton melaksanakan sholat magrib di mushola itu, ia bertanya dengan anak-anak yang ikut sholat. “Bisa ngaji tidak? Dan ternyata mereka ini banyak yang sama sekali tidak tahu sama iqro’,” ungkapnya.

Lantas Anton menceritakan dan menyampaikan hal itu ke Kapolsek Muara Lakitan, Iptu M Romi. “Setelah mendengar cerita saya, kata Kapolsek yang sudah saya diminta untuk memotivasi mereka biar mau ngaji. Alhamdulillah dibentuklah TPA. Itu awal tahun 2019,” imbuhnya.

Anton juga mengaku, dirinya tidak tahu sama sekali kalau kegiatan yang dilakukannya selama ini diperhatikan. Kebetulan pula ada “lomba” di Polda Sumsel yakni “lomba” polisi berprestasi. Akhirnya ia diminta untuk menampilkan kegiatan yang sudah dilakukannya itu.

“Alhamdulillah setelah mendapat penghargaan senang. Berarti ‘kan selama ini, Insya Allah bakalan ditingkatkan kinerja dengan dapat penghargaan dari pak Kapolda,” kata Anton.

Ia merasa bangga, senang dan tidak lupa mengucap syukur. “Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa menjadi motivasi untuk lebih baik kedepannya. Dan sejauh ini respon warga sekitar kelurahan, terutama yang dekat dengan Polsek senang dengan adanya kegiatan belajar ngaji ini,” timpalnya.

Selain itu, motivasi dirinya mengajarkan anak-anak sekitar untuk belajar ngaji agar besarnya kelak menjadi orang yang baik.

“Kita sering lihat di masyarakat kalau ada pesta nikahan, ‘kan banyak remaja melakukan kegiatan negatif dengan minum-minuman keras. Nah saya berpikir, mulai dari mereka kecil ini diharapkan besar kelak dia tahu kalau minuman keras tidak baik,” terangnya.

Kedepan, Anton berkeinginan untuk mengajak serta ketua RT agar mengumpulkan anak-anak di dekat Polsek yang belum bisa mengaji agar mau diajari mengaji. “Ada rencana per RT atau numpang ke rumah RT kumpuli anak di seputaran RT yang tidak mampu agar belajar mengaji,” ujarnya.

Anton sendiri mengaku baru tiga bulan kemarin menikah. Dan saat ini ia tinggal di kota Lubuklinggau bersama dengan istri tercinta. Tadinya ia sempat tinggal di mess Polsek Muara Lakitan. “Saya asli Sungai Lilin, Muba,” pungkasnya. (wek)

Komentar

Berita Lainnya