oleh

Spesialis Jaringan Sumatera-Jawa

-Headline-107 views

Palembang – Dalam sepak terjangnya, tersangka Danil Saputra alias Jamaludin ternyata sudah sejak 2016 lalu tersangka Jamaludin melancarkan aksinya di dalam Lapas. Dan baru selama dua tahun dia sudah memiliki dan menyimpan aset bernilai miliaran rupiah. Dan berhasil mendirikan perusahaan dalam bentuk CV.

Foto : Edho Sumeks.co

Selain itu juga membuat tambak udang yang ada di Aceh dan diketahui semua aset tersebut dikelolah oleh keluarga besarnya yang berada di Aceh dan Sumatera Utara. Dalam transaksi narkoba, tersangka yang merupakan spesialis jaringan di Sumatera ini tidak tanggung-tanggung memasok pesanan dari pemesannya. Pernah mengirim sabu-sabu sebanyak 5-10 Kg ke Sumsel dan pulau Jawa.

“Nah, dari hasil itulah uangnya dialihkan untuk modal bisnis hingga tambak udang. Jelas semua ini merupakan tindakan pencucian uang. Memang diketahui, modusnya adalah dialihkan kepada anggota keluarga besar atau orang lain,” ungkap Direktur Direktorat Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman saat rilis di Mapolda Rabu (24/7) pagi.

Foto : Edho Sumeks.co

Selain itu juga tersangka Jamaludin pernah melakukan transaksi dalam Lapas Merah Mata yang berhasil diungkap pada tanggal 2 Agustus 2018. barang buktinya 580 gram sabu-sabu (SS) dan 300 butir pil ineks dan uang tunai Rp120 juta.

“Dari hasil penyelidikan inilah diketahui tersangka juga sebagai bandar yang berada dalam Lapas Merah Mata sebagai narapida yang sekaligus pengendali dari dalam lapas. Tersangka memang bandar besar yang bisa mengandalikan dalam Lapas dengan jumlah transaksi besar,” ungkap Farman lagi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Jamaludin yang merupakan warga Aceh, yang saat ini masih menjadi narapidana di Lapas Mata Merah Palembang, dijerat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Direktora Reserse Narkoba Polda Sumsel. Dari aset yang dimilik oleh Jamaludin polisi berhasil mengamankan Rp8 miliar lebih atau persisnya Rp8.040.000.000. Kasus TPPU ini baru pertama kali diungkap di Sumsel.

Aset miliar yang berhasil disita tersebut berupa rumah, tambak udang, mobil, truk dan motor disita. Juga disita uang tunai senilai Rp1,7 miliar. Aset senilai Rp8 miliar lebih itu ditemui di tiga provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.(dho)

Komentar

Berita Lainnya