oleh

SPIP Muara Enim Jadi Referensi Bengkulu Selatan

MUARA ENIM -​ Penerapan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Kabupaten Muara Enim menarik minat banyak daerah untuk diterapkan didaerahnya masing-masing. Salah satunya, Kabupaten Bengkulu Selatan (Manna), Provinsi Bengkulu yang datang langsung ke Bumi Serasan, Jumat (24/1).

Bertempat di Aula Kantor Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim,​ Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Selatan melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Muara Enim guna mempelajari Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP).

Pemkab Muara Enim dalam hal ini diwakili Kepala Inspektorat Muara Enim, Anthoni Zulkarnain, SE, yang juga Pelaksana Tugas Asisten III Pemkab Muara Enim at menyambut baik​ kunjungan kerja dari rombongan Komisi I DPRD Bengkulu Selatan.

Anthoni mengucapkan terima kasih karena DPRD Bengkulu Selatan menjadikan referensi untuk pembelajaran di Pemkab Muara Enim dalam hal SPIP.

Menurut Anthoni, memang dalam beberapa tahun terakhir ini Pemkab Muara Enim melalui leading sektor Inspektorat berhasil meraih level tertinggi dari Kementerian Pendayagunaan Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dengan torehan prestasi yakni nilai level 3 atau tertingi pada bidang SPIP.

Dengan semakin bagus bekerja, semakin dikit penyimpangan dalam pengelolaan anggaran instansi pemerintah. Untuk itu, SPIP harus menjadi semacam early warning bagi pimpinan unit kerja agar terhindar dari kekeliruan dan kesalahan dalam pengelolaan keuangan negara. “Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam mengoptimalkan SPIP seperti jumlah pemeriksa, kompetensi pemeriksa, dan peningkatan SDM,” ulas Anthoni.

Sementara itu, dalam pengantarnya, Wakil Ketua II DPRD Bengkulu Selatan, Dendi Mantarmizi SE SH mengatakan kunjungan kerja selama satu hari di Kantor Inspektorat Pemkab Muara Enim bertujuan untuk mencari referensi mengenai peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan terkait evaluasi SPIP. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya