oleh

Sssttt… 105 Karyawan KONI Belum Digaji

JAKARTA – Masalah ketidakmampuan KONI Pusat membayar gaji karyawan bakal menjadi bola salju. Ini setelah kuasa hukum para karyawan, Umbu Samapatty, akan menyeret kasus ini ke hukum pidana dan perdata. Mengingat, sampai Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) KONI Pusat pada selasa (2/7), Ketum KONI Pusat periode 2015-2019 belum menjalankan kewajibannya kepada 105 karyawan KONI Pusat.

“Jika ditotal, utang KONI Pusat ke karyawannya sekitar Rp2,1 miliar. Itu untuk tunggakan sampai 7 bulan untuk 105 karyawan,” ungkap Umbu di sela-sela Musornas KONI Pusat di Hotel Sultan Senayan, Jakarta Pusat, selasa (2/7).

Dijelaskan Umbu, dari 105 karyawan itu 87 di antaranya sudah menyerahkan surat kuasa. Kini dia menunggu surat kuasa dari karyawan lainnya untuk kemudian ditindaklanjuti ke meja hijau. Mengingat, saat Musornas Ketua KONI Pusat Tono Suratman tidak mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran ke peserta musornas.

“Saya prihatin, mereka patriot olahraga. Kita mau ada PON juga. Kalo seperti ini, kita harus bersikap,” ujar mantan Sekjen PP Pelti ini.

Umbu juga berencana memperkarakan kebijakan KONI Pusat yang menjual aset organisasi. Padahal itu aset negara. Kendaraan yang dijual itu berupa 3 unit mobil, 1 ambulans, serta 2 unit bus milik KONI Pusat. Padahal keperluan mobil-mobil tersebut diperuntukkan aktivitas KONI.

“Aset negara tersebut digunakan untuk keperluan KONI Pusat, nah kini aset tersebut disinyalir tidak ada, keberadaan aset tersebut juga dipertanyakan apakah itu dari hibah atau pemberian sponsor. Kalo aset tersebut milik negara maka akan masuk ke ranah tipikor karena menyalahgunakan jabatan, namun jika aset itu dari sponsor maka aset tersebut di jual masuk dalam hukum pidana korupsi umum,” tukasnya.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya