oleh

Sssttt… 50 kg Sabu Asal Malaysia Gagal Beredar

-Dunia-81 views

MEDAN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut berhasil menggagalkan peredaran narkoba asal Malaysia di wilayah hukumnya.  Sebanyak 50 kg sabu asal Malaysia gagal beredar di provinsi tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendrik Marpaung menjelaskan, total barang bukti 50 kg sabu itu merupakan hasil dari beberapa kali penangkapan para tersangka. Mulai di Jl Tanjung Pura Km 31, Desa Tandem Hulu dan Tandem Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang hingga Medan Sunggal mulai 13 Mei 2019.

“Selain sabu, kami juga juga menyita 15.846 butir pil ekstasi dan 170 kg ganja,” kata Hendrik di Mapolda Sumut, Kamis (13/6).

Hendrik menjelaskan, dari seluruh rangkaian operasi tersebut, jajarannya menangkap 15 orang tersangka. Dari hasil pemeriksaan mereka diketahui merupakan jaringan peredaran narkoba internasional yakni jaringan Malaysia.

“Beberapa di antaranya terpaksa ditembak di bagian kaki, karena mencoba melarikan diri saat mengembangan kasus ini. Kita masih terus memburu seluruh orang yang terlibat dalam jaringan ini,” tegasnya.

Kasus ini berawal saat Senin (13/5) petang, kepolisian dari Unit 2 Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumut mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada tiga pria membawa narkotika jenis sabu dari Aceh menuju Medan.

Kemudian petugas melakukan penyelidikan di Jalan Tanjung Pura KM 30 Desa Tandem Hulu 2, Hamparan erak, Deliserdang, dengan menghentikan satu unit mobil Avanza warna hitam nopol BK 1841 LD dan memeriksa dua pria inisial MRA alias R dan KA alias AI dan saat digeledah tidak ditemukan sabu yang dimaksud, dari pengakuan keduanya sabu ada di mobil Xenia putih BK 1315UJ.

Saat di SPBU Tandem Hulu, Tanjung Pura, petugas menghentikan mobil yang berisi satu pria inisial FR dan saat digeledah ditemukan 5 bungkus kemasan teh China warna hijau bertuliskan Guanyinwang berisikan sabu 5 kg.

“Saat dibawa untuk pengembangan, tersangka FR dan KA mencoba melarikan diri hingga ditembak di bagian kaki sebelah kiri,” katanya.
Dari pengakuan tersangka MRA, FR dan KA, bahwa ada tiga pria lain yang akan membawa sabu dari Tebingtingi ke Serdangbedagai.

Berdasarkan keterangan tersebut, Kamis (16/5/2019) malam, petugas memberhentikan satu unit seped motor di Jalan Lintas Sumatera Km 13 Tebingtinggi-Kisaran, tepatnya Simpang 3 Tebingtinggi Syah Bandar. Dua orang pria inisial AG dan WC yang ada di sepeda motor diperiksa dan disita 1 goni putih yang beisi 9 bungkus teh China berisi sabu.

Keduanya dibawa untuk pengembangan dan dari keduanya diperoleh info bahwa ada tiga pria yang akan membawa sabu dari Pekanbaru menuju Medan.

“Kemudian dari keterangan AG dan WC, tanggal 27 Mei petugas melakukan penangkapan terhadap dua orang pria Z dan ZAH di Jalan Kapten Soemarsono dan menemukan 1 bungkush teh China berisi sabu,” katanya.

Lalu dari pengembangan Z dan ZAH dikejar satu pria lainnya JN di Jalan Restu, Klaster Medan namun tidak ditemukan bukti lain dari JN. Ketiganya dibawa untuk diperiksa lebih lanjut, namun saat dalam perjalanan Z dan ZAH mencoba melarikan diri hingga ditembak di kaki sebelah kanan.

Setelah itu dari interogasi ketiganya ada dua pria yang memiliki sabu di Binjai, dan tanggal 4 Juni 2019 petugas menghentikan mobil Avanza di Jalan Soekarno Hatta, Km 19 Binjai terdapat dua pria DAT dan SR dan saat digeledah mobilnya ditemukan 25 bungkus sabu dalam teh China juga pil ekstasi 15.846 butir. Pada saat pengembangan DAT dan SR mencoba melarikan diri keduanya ditembak di kaki.

“Dari mereka dapat lagi informasi ada satu pria membawa sabu di Kuala Bekala dan pada 9 Juni 2019 ditangkap dua pria MS dan MR di Medan Tuntungan dan ditemukan 1 bungskus teh China berisi sabu 1 Kg, keduanya ditembak bagian kaki karena melawan,” sambungnya.

Sementara, pada tanggal 16 Mei, 170 Kg ganja ditemukan di Jl Bunga Sunggal dari tiga pria yang membawa mobil Avanza. Ketiganya D, DB dan M. “DB sempat ditembak bagian kaki karena melawan,” pungkasnya. (nin/ps)

Komentar

Berita Lainnya