oleh

Sssttt… Kadis PUPR ini Digarap Penyidik

PALEMBANG – Diam-diam penyidik Pidsus Kejati Sumsel mengintai indikasi dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Empat Lawang (4L). Ini setelah pada Senin (27/7), penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Empat Lawang, SR.

Informasi yang dihimpun, SR digarap penyidik Kejati Sumsel terkait indikasi menerima fee sejumlah proyek di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini.

“Benar, yang bersangkutan dipanggil dalan kasus dugaan bagi-bagi fee proyek di lingkungan Dinas PUPR. Namun, kita belum bisa memberikan detail kasusnya karena masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya, Selasa (28/7).

Dikatakannya, kasus ini bermula dari adanya pengaduan elemen masyarakat dan langsung ditindaklanjuti oleh penyidik Pidsus Kejati Sumsel. “Tapi mohon untuk detail kasusnya belum akan kami sampaikan. Takutnya akan mengganggu jalannya penyelidikan,” tegas Khaidirman.

Lantas, sebetulnya kasus apa yang membuat SR harus berhadapan dengan penyidik kejaksaan ini ? Dari informasi yang didapatkan ini berkaitan dengan proyek normalisasi sungai dengan nilai pagu proyek mencapai hingga Rp54 miliar. Modus operandi adanya dugaan pemotongan buat fee proyek terhadap pemenang proyek yang besarannya di kisaran 20-30 persen dari nilai pagu proyek.

Adapun yang menjadi pemenang dari proyek yang dianggarkan pada APBD Kabupaten 4L di tahun 2019 silam ini seorang pengusaha berinisial AS. Sementara, Kadis PUPR 4L, SR yang coba dikonfirmasi perihal pemanggilan dirinya oleh penyidik Kejati Sumsel hingga kini belum berhasil dikonfirmasi.(kms)

Komentar

Berita Lainnya