oleh

Sssttt… Kursi DPR PKS Terancam Melayang

PALEMBANG – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Sumsel mensinyalir terjadi pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan massif (TSM) pada proses rekapitulasi perhitungan hasil pemilu legislatif oleh KPUD Kabupaten Empat Lawang (4L).

Ini berimbas pada raihan kursi DPR RI PKS di dapil Sumsel 2 yang harusnya mendapatkan kursi ketujuh dari sembilan kursi DPR RI yang diperebutkan.

“Adanya indikasi penggelembungan suara mencapai puluhan ribu terhadap salah satu parpol dan caleg parpol. Ini terlihat dari selisih suara yang signifikan pada form C1 dan DA1 yang dimiliki saksi kita dengan hasil rekapitulasi KPUD 4L,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) DPW PKS Sumsel, Aulia Rachman SH MH saat menggelar jumpa pers di kantor DPW PKS Sumsel di kawasan Bukit Besar, Senin (6/5).

Tak hanya untuk caleg DPR RI, kondisi yang sama terjadi pula untuk kursi DPRD Sumsel dapil Sumsel VII dimana caleg PKS yang awalnya dari rekap C1 mendapatkan kursi saat ini harus gigit jari karena pelanggaran mekanisme rekapitulasi yang diduga dilakukan pihak KPUD 4L.

“Atas sejumlah pelanggaran tersebut saksi kami yang ditugasi memantau jalannya rekapitulasi perhitungan suara sempat menyatakan keberatan. Namun oleh komisioner KPUD 4L hanya diminta menuliskan di form keberatan,” ungkapnya saat jumpa pers yang dihadiri ketua DPW PKS Sumsel, Muhammad Toha ini.

Nah, atas kejadian ini DPW PKS Sumsel langsung mengadukan pelanggaran tersebut ke Bawaslu Sumsel. “Kami meminta kepada Bawaslu Sumsel untuk segera menghentikan proses rekapitulasi perhitungan suara oleh KPUD 4L. Karena kalau ketidak independensian ini dibiarkan bakal merusak tatanan demokrasi di republik ini. Kepada KPU Sumsel kami juga meminta untuk mengambil alih proses rekapitulasi di 4L,” imbuh Bappilu DPW PKS Sumsel Mgs H Syaiful Padli ST MM yang turut hadir di jumpar pers tersebut.

Harapan senada disampaikan Wakil Ketua DPW PKS Sumsel Askweni SPd yang meminta jangan ada upaya dan tindakan yang dapat mencederai demokrasi dalam kompetisi lima tahunan kali ini.

“Kami juga mensinyalir adanya indikasi intervensi dari oknum pejabat daerah 4L dalam kasus ini. Kami minta agar ini bisa diusut tuntas jika tidak kami bakal kerahkan segenap kekuatan untuk mendemo Bawaslu dan KPU Sumsel karena kecurangan yang terstruktur sistematis dan massif seperti ini,” imbuh Askweni. (kms)

Komentar

Berita Lainnya