oleh

Sssttt… Masjid Sriwijaya Dibangun di Lahan Sengketa

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Saksi petugas ukur lahan Masjid Raya Sriwijaya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Palembang bernama Rivano Oktarana mengungkap bahwa lahan pembangunan dibangun di atas lahan bersengketa.

Di hadapan majelis hakim Tipikor PN Palembang diketuai Sahlan Effendi SH MH, Selasa (12/10) saksi Rivano mengatakan bahwa pada saat itu ia ditugaskan mengukur lahan untuk pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

“Pada saat pengukuran juga dihadiri oleh pihak yang bersengketa yakni kantor BPKAD Sumsel serta dari kuasa hukum Musawir,” ujar saksi Rivaldo.

Ia menjelaskan, pada saat pengukuran menggunakan metode atau media alat ukur serta berdasarkan gambar yang diberikan oleh Kejaksaan bukan berdasarkan dokumen-dokumen.

“Hasilnya, dari pengukuran titik koordinat lahan diketahui sebagian besar pembangunan Masjid Sriwijaya berada di lahan sengketa,” ungkap Rivano.

Bahkan, beberapa tiang pancang yang didirikan untuk proyek pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, menurut Rivano berada diatas lahan yang bersengketa tersebut.

Diketahui saksi petugas ukur dari BPN tersebut dihadirkan sebagai saksi tambahan oleh JPU Kejati Sumsel, setelah sebelumnya menghadirkan belasan saksi lainnya guna mengungkap fakta terkait proyek pembangunan Masjid  Raya Sriwijaya dengan menggunakan dana hibah tahun 2015 dan 2017.

Guna mengungkap fakta persidangan, tim kuasa hukum masing-masing terdakwa yakni Eddy Hermanto, Syarifuddin, Yudi Arminto serta Dwi Kridayani juga menghadirkan sejumlah saksi meringankan (Adechad).

Hingga saat ini persidangan masih terus berlangsung dengan mendengarkan keterangan enam orang saksi adecharge. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya