oleh

Status Anak Krakatau Naik, Radius 5 km

-Headline-4.087 views

JAKARTA – Status Gunung Anak Krakatau naik menjadi Siaga (Level III) dari status sebelumnya waspada (Level II). Selain menaikkan statusnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga memerluas radius zona
berbahaya dari 2 km menjadi 5 km.

“Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau. Naiknya status Siaga (Level III) ini berlaku terhitung mulai 27/12/2018 pukul 06.00 WIB,” jelas
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (27/12).

Berdasarkan data PVMBG, Gunung Anak Krakatau aktif kembali dan memasuki fase erupsi mulai Juli 2018. Erupsi selanjutnya berupa letusan-letusan Strombolian yaitu letusan yang disertai lontaran lava pijar dan aliran lava
pijar yang dominan mengarah ke tenggara. Erupsi yang berlangsung fluktuatif.

Pada 22 Desember lalu saja terjadi erupsi namun tercatat skala kecil, jika dibandingkan dengan erupsi periode September-Oktober 2018. Hasil analisis citra satelit diketahui lereng barat-baratdaya longsor (flank collapse) dan
longsoran masuk ke laut. Inilah kemungkinan yang memicu terjadinya tsunami.

Hasil pengamatan terlihat adanya letusan tipe Surtseyan yaitu aliran lava atau magma yang keluar kontak langsung dengan air laut. Hal ini berarti debit volume magma yang dikeluarkan meningkat dan lubang kawah membesar.
Kemungkinan terdapat lubang kawah baru yang dekat dengan ketinggian air laut. Sejak itulah letusan berlangsung tanpa jeda. Gelegar suara letusan terdengar beberapa kali per menit.

“Saat ini aktivitas letusan masih berlangsung secara menerus, yaitu berupa letusan Strombolian disertai lontaran lava pijar dan awan panas. Pada 26 Desember 2018 terpantau letusan berupa awan panas dan Surtseyan,” jelasnya. (ran)

Komentar

Berita Lainnya