oleh

Stok Tinggal Satu Minggu, APD Harus Dihemat Tim Kesehatan Desa

BANYUASIN – Peduli tim kesehatan masyarakat Desa dalam mencegah virus Corona, Tim Penggerak PKK Kecamatan Sumbawa dan Alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Angkatan 94 kirimkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke Puskesmas Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Bantuan yang diberikan tersebut diterima langsung oleh kepala UPT Puskesmas Sembawa, drg Laila Ahza berupa faceshield atau helm pelindung, sarung tangan, penutup mata dan baju pelindung.

Selain itu, bantuan uang tunai juga diberikan langsung Emilia Rusli sebagai perwakilan TIM Darmawanita Kecamatan Sembawa dan disaksikan oleh Ketua PKK Kecamatan Sembawa, Henny Handayana, SKM, M.Kes.

“Bantuan itu akan kita gunakan untuk pembelian APD atau alat kesehatan kami melalui rekomendasi dari para dokter jadi tidak bisa sembarangan untuk membelinya”, ucap drg Laila, ketika di bincangi, Selasa (31/3).

Dirinya juga menjelaskan, bahwa bantuan APD akan digunakan oleh para tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas maupun Bidan Desa yang berada di 11 Desa wilayah Kecamatan Sembawa. Namun, Alat Pelindung Diri yang mereka dapatkan saat ini hanya cukup bertahan sampai satu minggu kedepan.

Karena itu, kami harus hemat, digunakan hanya untuk tenaga kesehatan yang melayani pasien. Sedangkan untuk di Tata Usaha, rekam medis tidak bersentuhan dengan pasien tidak diberikan.

“Dari Dinas stok terbatas cuma sarung tangan dan masker saja dan itu pun sedikit sehingga harus mencari bantuan”, ucapnya

Saat ini juga untuk pembelian alat kesehatan dan APD tambahan masih on proses karena kesulitan dalam pembelian dikarenakan barang langka. “Beginilah keadaannya, kami juga on off gantian masuk karena petugas kesehatan harus istirahat dan perintah bupati juga”, jelasnya

Drg Laila juga mengungkapkan selama dirinya beserta rekan-rekan yang lain dapat berinovasi dan kreatif agar APD dapat mencukupi dengan membuat sendiri APD-nya seperti pelindung muka, yang dirinya buat dengan bahan seadanya.

” Yang penting jangan mengeluh, kita berjuang bersama”, harapnya

Kepala Puskesmas Sumbawa juga menjelaskan tata cara penanganan pasien di Desa, bahwa penanganan pasien setelah ada laporan dari warga atau kepala Desa setempat yang diterima oleh Bidan Desa.

Kemudian Bidan Desa akan menelpon warga yang dilaporkan tersebut, apakah warga ini punya riwayat berpergian ke luar kota atau daerah terjangkit virus corona

Kemudian Bidan Desa akan menanyakan apakah ada keluhan Deman, batuk, flu , nyeri tenggorokan, bila ada keluhan maka Bidan Desa memberikan instruksi untuk datang ke Puskesmas dan Dokter akan menetapkan apakah pasien ini masuk kreteria ODP atau PDP.

Lalu akan dipantau perkembangan kesehatannya selama 14 hari oleh Bidan Desa dan bidan desa melapor juga setiap hari ke Dokter

“Tapi bila tidak ada keluhan maka Bidan Desa akan membuatkan data laporan dan warga ini diminta melaporkan setiap hari perkembangan kesehatannya selama 14 hari”, jelasnya. (ktr-1)

Komentar

Berita Lainnya