oleh

Stok Vaksin COVID-19 di Sumsel Sudah Habis di Distribusikan

SUMEKS.CO, Palembang – Sisa sebanyak 6.400 vial vaksin COVID-19, yang berada di gudang vaksin Dinas Kesehatan Sumsel sudah di distribusikan ke Kabupaten OKI, Selasa (15/1/2021).

Vaksin tersebut diangkut menggunakan mobil ambulan dan dikawal ketat sejumlah kendaraan dari kepolisian. Maka sekarang, stok vaksin COVID-19 yang ada di gudang vaksin Dinas Kesehatan Sumsel habis.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Dra Lesty Nuraini Apt Mkes, melalui Kasi Surveilans dan Imunisasi, Yusri mengatakan, Pihaknya akan memesan lagi vaksin ke Pemerintah Pusat.

“Rencananya, kami baru akan memesan kembali Senin (18/1) nanti dan akan di distribusikan Selasa nanti (19/1),” ujar Yusri saat dikonfirmasi SUMEKS.CO usai pendistribusian vaksin.

Yusri menerangkan, untuk jumlah yang diajukan mencapai 29.840 vial. Nantinya, vaksin akan kembali didistribusikan ke Kota Palembang. Sebab, penyaluran tahap pertama kemarin masih mengalami kekurangan.

“kemarin kan yang disalurkan 23.600 vial dari total kebutuhan Kota Palembang tahap pertama ini sebanyak 29.360 vial. Jadi masih ada kekurangan 5.760 vial,” katanya.

Dijelaskan Yusri, vaksin yang tersisa sebanyak 24.080 vial itu nantinya baru akan didistribusikan ke kabupaten/kota yang belum mendapatkan vaksin. Dengan alokasi sesuai kebutuhan jumlah nakes yang ada.

“Kami masih bahas daerah mana yang akan didistribusikan lagi. Tapi yang jelas, dosis yang bakal diterima itu mencapai untuk dua kali penyuntikan ditambah cadangan 10 persen. Kita akan cukupkan itu dulu,” bebernya.

Terkait jangka waktu pelaksanaan vaksinasi, Yusri memperkirakan, pelaksanaannya di Sumsel bakal memakan waktu 365 hari kerja. Perhitungannya, sebanyak 417 fasilitas kesehatan masing-masing memiliki kapasitas pelayanan vaksinasi sebanyak 40 sasaran dalam sehari. “Jika dikalikan jumlahnya itu sekitar 16.660 sasaran. Artinya, jika dikalikan 365 hari kita sudah mencapai target 5,7 juta sasaran,” terangnya.

Namun, kondisi tersebut sangat tergantung dengan ketersediaan vaksin. Selain itu, kondisi kesehatan penerima juga sangat mempengaruhi. “Seperti pelaksanaan vaksinasi hari pertama itu, ada beberapa penerima yang tidak bisa divaksin karena punya penyakit penyerta. Nah, inilah yang nantinya bisa mempengaruhi proses vaksinasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Mukti Uli Artha mengatakan, vaksin tersebut nantinya bakal segera didistribusikan kepada 3.328 sasaran. Yakni terdiri atas tenaga kesehatan dan unsur Forkopimda OKI.

“Begitu tiba di OKI nantinya kita langung koordinasi ke Puskesmas untuk pengambilan vaksin. Pelaksanaannya bakal digelar serentak Senin (18/1). Khusus untuk pejabat publik ada 10 yang diundang. Termasuk juga Bupati OKI yang nantinya bakal menjadi orang pertama yang disuntik vaksin,” kata Uli.

Sambung Uli, jumlah fasilitas kesehatan yang akan menjadi lokasi penyuntikan vaksin sebanyak 36 unit. Terdiri dari 32 unit puskesmas, dua rumah sakit dan dua klinik kesehatan. Untuk vaksinator, telah dilatih sebanyak 180 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan.

“Pada prinsipnya, kami telah melakukan berbagai persiapan yang diperlukan sesuai petunjuk teknis pelaksanaan yang sudah diatur,” pungkasnya. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya