oleh

Stok Vaksin COVID-19 Sumsel Habis, Tanggung Jawab Siapa?

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Masyarakat Sumsel sedang berhadapan pada kondisi yang sulit. Lantaran, pada saat ini di tengah badai persebaran virus makin merebak, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) terpaksa harus menghentikan sementara skema vaksinasi anti COVID-19 di 17 kabupaten/kota. Padahal, belum mencapai target herd immunity seluruh masyarakat Sumsel yang ditargetkan harus mencapai rata -rata 70 persen, untuk membentuk kekebalan kelompok dari corona virus disease.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nurainy Apt MKes mengatakan, fenomena terhentinya skema vaksinasi itu disebabkan oleh stok vaksin yang telah disiapkan untuk dosis pertama sudah habis. Sekarang yang tersedia hanya untuk penyuntikan dosis kedua.

“Sisa yang ada saat ini hanya sanggup memenuhi kebutuhan dosis penyuntikan kedua dan lansia saja. Sementara untuk penyuntikan pertama atau baru sudah tidak bisa lagi. Kita butuh lebih banyak pasokan vaksin lagi. Terutama untuk tenaga guru,” kata Lesty saat dikonfirmasi SUMEKS.CO, Kamis (6/5).

Dia menjelaskan, sebelumnya Sumsel telah menerima pasokan vaksin Sinovac dan vaksin COVID-19 sebanyak 695.300 dosis dan Astra Zeneca sebanyak 3.300 dosis. Vaksin tersebut telah didistribusikan kepada sasaran tahap pertama SDM Kesehatan dengan jumlah 45.430 penyuntikan dosis pertama dan 41.866 untuk penyuntikan dosis kedua.

Pada skema tahap kedua dengan sasaran pelayan publik sebanyak 219.072 dosis penyuntikan pertama dan 142.553 dosis penyuntikan kedua. Untuk tahap kedua sasaran lansia sebanyak 53.397 dosis penyuntikan pertama dan 27.558 dosis penyuntikan kedua.

“Sekarang ini kami terpaksa ambil dari dosis kedua, sekitar 30 persen. Untuk vaksinasi dosis pertama berlangsung tepat saat digudang habis,” bebernya.

Kondisi memprihatinkan ini, secara langsung ia sampaikan di hadapan Ketua Satgas COVID-19 Pusat, Letjen TNI Doni Monardo dalam rapat koordinasi pengendalian COVID-19, di Graha Bina Praja, Rabu (5/5) kemarin. Lantas, meminta untuk segera mendistribusikan dosis vaksin selanjutnya.

“Perlu saya sampaikan kalau masyarakat Sumsel ini Pak Dony, sangat antusias melaksanakan vaksinasi, tidak ada penolakan di sini. Kami minta kepastian jadwal kedatangan vaksin, agar memaksimalkan vaksinasi di tingkat layanan. Tepat saat di gudang habis,” bebernya. Di samping itu, juga meminta setiap kabupaten/kota menyiapkan data-data diri penerima vaksin yang terverifikasi faktual.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P), dr Feri Anwar menekankan, vaksin sangat dibutuhkan apalagi kondisi darurat saat ini. Tiga daerah yang dinyatakan sebagai zona merah. Yakni Kota Palembang dengan 84 kelurahan dinyatakan zona merah. Lalu OKU Timur sebanyak 305 desa dan Kota Prabumulih sebanyak 12 desa.

Selanjutnya, zona oranye sebanyak 9 daerah yakni Kabupaten Banyuasin, Muara Enim, OKU, Lubuk Linggau, Pali, Muba, Lahat, OKU Selatan dan Musi Rawas. Zona Kuning sebanyak 5 daerah yakni Kabupaten Empat Lawang, OKI, Ogan Ilir, Kota Pagaralam dan Muratara.

Di samping itu, sambungnya, Pemprov telah mengerahkan sejumlah upaya dalam menekan angka penyebaran COVID-19 di wilayahnya. Mulai dari tracing yang agresif dengan peningkatan kemampuan tenaga lapangan dan pelibatan lintas sektor. Kemudian testing masif dengan peningkatan kapasitas laboratorium, rumah sehat Jakabaring sebagai skrining center, serta pemeriksaan spesimen atau sampel yang saat ini sudah mencapai 36.067 sampel.

Proses treatment juga telah ditingkatkan. Melalui pemanfaatan rumah sehat Jakabaring sebagai tempat karantina, pembentukan ruang isolasi mandiri di daerah-daerah, mengintegrasikan PSC119 dalam pelayanan gawat darurat Covid-19.

“Kami juga melakukan penguatan pelaksanaan PPKM Mikro. Sejak diberlakukan, kami telah mengintensifkan disiplin Prokes, upaya penanganan kesehatan 3T dan 3M, memperkuat kegiatan testing, lacak dan isolasi. Perbaikan treatment dengan meningkatkan fasilitas kesehatan serta berbagai upaya lainnya,” tukasnya (Bim)

Komentar

Berita Lainnya