oleh

Suara Dentuman di Sumsel, ini Kata PVMBG

JAKARTA – Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meragukan jika suara dentuman yang terdengar di Wilayah Sumatera Selatan terkait dengan erupsi anak gunung Krakatau. Hal itu dijelaskan Kasubid Gunung Api Wilayah Barat Badan Geologi PVMBG Kristianto.

“Kami masih meragukan suara itu (dentuman di Sumsel) dari arah itu (erupsi anak Krakatau),” ungkapnya dihubungi Selasa (25/12) petang melalui jaringan selulernya di Jakarta.

Ia menjelaskan faktanya secara jarak tempuh Sumsel dengan dengan erupsi anak Krakatau saja mencapai ratusan kilometer. Sementara rambatan suara tersebut, kekuatannya sudah mengalami penurunan pasa jarak 42 kilometer.

“Kalau yang jaraknya 42 kilometer saja kecil (suaranya), maka yang jaraknya beratus-ratus kilometer itu jadi besar, itu perlu dipertanyakan darimana sumbernya,” lanjut Kristianto.

Menurutnya erupsi Gunung Anak Krakatau lebih besar pada September dan Oktober 2018 lalu yang mengakibatkan terjadinya getaran yang cukup besar.

“Jadi itu yang perlu diklarifikasi darimana sumbernya suara itu, dan perlu penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Lantas apakah suara itu berasal dari Gunung Dempo? Kristianto menyatakan sejauh ini belum ada aktivitas erupsi yang mengkhawatirkan terpantau dari gunung tersebut. “Kalau untuk Guung Dempo sementara ini kita belum ada
laporan tentang aktivitas erupsinya. Jadi kita belum tahu darimana sumber suara dentuman itu,” jelasnya.

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan, hingga Selasa (25/12) pukul 13.00 WIB, korban meninggal akibat bencana tsunami di perairan Selat Sunda telah mencapai 429 jiwa.

“Kemungkinan jumlah korban meninggal bisa bertambah,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers di kantor BNPB, Jakarta. (ran)

Komentar

Berita Lainnya