oleh

Sudah 177 Warga Positif Corona, 21 Kasus Baru, 19 di DKI Jakarta

JAKARTA – Jumlah warga Indonesia yang dipastikan positif terjangkit virus corona atau Covid-19 terus bertambah menjadi 117 orang per Minggu (15/3/2020). Berdasarkan data, terdapat 21 kasus baru. 19 di antaranya di DKI Jakarta dan dua lainnya di Jawa Tengah, sehingga menjadi total 117 kasus.

Demikian disampaikan jurubicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di komplek Istana Presiden jakarta, Minggu (15/3).

“Sebenarnya ini adalah pengembangan dari tracing kasus sebelumnya,” ujarnya, dikutip Antara.

Sehari sebelumnya, jumlah kasus warga di Indonesia yang positif terjangkit corona berjumlah 96 orang dengan lima di antaranya meninggal dunia dan delapan lainnya dinyatakan sembuh.

Mereka tersebar di Jakarta, Tangerang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Bali, Manado, Pontianak.

“Contoh kasus di Solo seluruh kontaknya pulang ke Magetan di Jawa Timur. Ini kan berarti ada pergerakan dari Jakarta, Solo lalu ke Magetan,” jelasnya.

“Ini akan kami ‘tracing’, yang paling penting ialah bagaimana masing-masing menahan diri, tidak panik,” kata pria yang akrab disapa Yuri ini.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes ini juga meminta masyarakat tidak perlu datang ke tempat yang ramai.

“Kan komunikasi tidak harus tatap muka langsung, dan pertemuan-pertemuan sifatnya massal ditunda,” tambah Yuri.

Dari total jumlah warga terjangkit itu, pihaknya memperkirakan ada tujuh orang lainnya yang akan sembuh.

“Akan ada lagi tujuh orang yang sudah sekali positif dan tinggal satu kali lagi diperiksa untuk negatif lagi,” bebernya.

Yuri juga mengingatkan penyebaran corona sangat mungkin melebar ke sejumlah daerah lain.

“Tidak menutup kemungkinan melebar karena di Kalimantan Barat itu juga dari Jakarta, jadi ‘tracing’ itu di Pontianak,” ungkapnya.

Terkait kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menjadi kasus ke-76, pihaknya saat ini masih melakukan ‘contact tracing’.

“Setelah ketemu kami pisahkan apakah positif dengan keluhan atau positif tanpa keluhan,”

“Kalau tanpa keluhan ‘self isolated’ di rumah kalau dengan keluhan akan direkomendasikan dirawat, tetapi kalau negatif akan ‘self-monitoring’,” pungkasnya. (ruh/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya