oleh

Sudah Belasan Saksi Diperiksa Terkait Kasus Oknum Dokter Rapid Test

SUMEKS.CO – Kasus dugaan penipuan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter rapid test berinisial EFY masih berjalan. Guna kelengkapan berkas perkara, penyidik Polres Bandara Soekarno Hatta sudah memeriksa 15 saksi.

“Sudah 15 saksi kita lakukan pemeriksaan termasuk korban dan ada rekan dekat korban juga ada beberapa ahli,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/9).

Pemeriksaan juga dilakukan kepada petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bali untuk memastikan kondisi psikologi korban. Penyidik juga telah memeriksa pihak PT Kimia Farma selaku penanggung jawab rapid test di Bandara Soekarno Hatta.

Penyidik pun telah menjadwalkan pemeriksaan kepada perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan universitas swasta tempat EFY menempuh pendidikan. Keduanya diperiksa untuk memastikan status EFY.

“Rencana hari ini IDI baru bisa datang untuk bisa dilakukan pemeriksaan. Kita sambil menunggu terus melakukan pemberkasan dan pengejaran terhadap tersangka EFY,” ucap Yusri.

Sebelumnya, viral sebuah kabar di media sosial bahwa telah terjadi pelecehan seksual di Bandara Soekarno Hatta. Kisah ini dibagikan oleh perempuan berinisial LHI, 23, selaku pemilik akun twitter @listongs.

LHI menyebut pelecehan itu terjadi saat dia melaksanakan rapid test yang disediakan oleh Bandara Soekarno Hatta sebagai syarat perjalanan menuju Nias, Sumatera Utara, pada Minggu (13/9). Hasil rapid tes itu dinyatakan positif oleh sang dokter.

LHI kemudian memutuskan membatalkan perjalanan ke Nias karena takut menularkan virus. Ditambah, dia meresa perjalannya ke Nias tidak begitu mendesak. Namun, oknum dokter tersebut menawarkan bantuan memanipulasi data rapid test. Dia kemudian meminta uang Rp 1,4 juta kepada korban. Bahkan dokter tersebut sempat mencium dan meraba payudara korban. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

 

Komentar

Berita Lainnya