oleh

Sudah Tak Layak, Ibu dan Anaknya Jatuh dan Hantam Talud di Jembatan Ini…

-Sumsel-155 views
SUMEKS.CO – Akibat akses jembatan yang tidak layak, ibu dan anak di desa Batu Gajah Lama, kecamatan Rupit, kabupaten Muratara, Sumatera Selatan terjun bebas menghantam batu talud jembatan. 

Keduanya harus dilarikan ke pusat kesehatan terdekat, Jumat (15/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Karena keduanya alami luka trauma setelah menghantam bebatuan.

Jaini (57), warga desa Batu Gajah Lama, yang sempat dibincangi SUMEKS.CO membenarkan, adanya warga mereka yang jatuh dari atas jembatan saat melintas menggunakan kendaraan bermotor.

Korban diketahui sebagai Delfin dan Lufi honorer Perpustakaan Daerah, warga desa Batu Gajah Lama. Saat itu, keduanya hendak melintas pergi kerja dan mengantar anaknya ke sekolah TK.

Saat menaiki jembatan, roda bagian depan motor yang dikendarai korban, tergelincir dan oleng ke arah kanan.

“Anaknyo langsung nyampak ke bawah jembatan, langsung nimpo batu talud. Pagar jembatan idak kuat. Ibunya jatuh dari motor dan tidak sempat menarik anaknya karena kakinya tertimpa motor dan tersangkut di atas jembatan,” terangnya.

Anak korban yang terjatuh alami luka di bagian kepala dan bagian wajah akibat menghantam batu di bawah jembatan dengan ketinggian sekitar 6 meter. Warga yang melihat kejadian itu, langsung menolong korban dan membawa keduanya ke rumah sakit umum daerah untuk mendapatkan perawatan medis.

Jaini mengungkapkan, jembatan penghubung desa Batu Gajah Lama dengan desa Batu Gajah Baru itu sering dijuluki masyarakat sebagai jembatan maut.

Pasalnya tidak jarang warga di kedua desa menjadi korban akibat kondisi jembatan papan yang sudah tidak layak.

“Bukan sekali inilah warga kito campak (jatuh) di jembatan, sudah nemen nian warga yang umban. Dulu ado gadis nyampak ditengah langsung nganyut ke sungai waktu banyu dalam. Ado jugo yang nyampak tejepit jari kakinyo putus,” bebernya.

Warga berharap, kondisi jembatan itu segera di perbaiki dan diganti dengan yang lebih layak.

“Jembatan ini melendung, takutnya kalau banjir besar bisa putus terseret arus. Kita minta diganti dengan yang baru, karena jembatan ini mau kemarau mau musim banjir pasti dipakai warga setiap hari,” jelasnya.

Sementara itu, Kades desa Batu Gajah Lama Habib Dumyati hingga saat ini belum bisa mengkonfirmasi atas kejadian itu. Karena yang bersangkutan, tengah ke kota Lubuklinggau menyusul keluarga korban untuk memberikan pendampingan.

“Kakak lagi ke Linggau, mungkin besuk keluargo warga yang jatuh tadi,” kata salah seorang staf Kades yang ditemui di kantor desa Batu Gajah Lama.

Informasi dihimpun, kondisi Delfin sampai saat ini masih menjalani perawatan medis, dan sempat dirujuk ke RS Lubuklinggau.

Terpisah, Camat Rupit, Depri saat dikonfirmasi menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti kejadian itu dengan turun langsung ke lokasi. “Kita akan mengecek lokasi kejadian, mungkin setelah salat Jum’at nanti saya kesana untuk meninjau langsung,” janjinya.

Dia mengungkapkan, belum mengkonfirmasi lebih lanjut karena sampai saat ini, belum ada laporan resmi yang masuk dari Pemerintah Desa. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya