oleh

Sudirman Menangis, Ngaku Cinta dan Sayang

LUBUKLINGGAU – Tersangka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yakni Sudirman (36) yang tega membunuh istrinya sendiri mengaku menyesal dan khilaf. Tersangka menghabisi nyawa istrinya sendiri yakni Rozalina (36) menggunakan pisau.

Kejadian yang menghebohkan itu terjadi Rabu (6/3) sekitar pukul 14.30 WIB. Di kamar rumah mereka di Jl Mangga Besar 2, RT 1, No 14, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Korban tewas dengan empat luka tusukan dibagian atas perut sebanyak dua kali. Dibawah ketiak bagian kanan satu kali, tangan kanan satu kali.

“Aku sayang dia, nyesel aku,” kata tersangka Sudirman sedih menitikan air mata. Saat dibincangi Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono usai rilis di Mapolres Lubuklinggau, Senin (11/3).

Cekcok mulut antara tersangka dengan korban sudah sering. Namun cekcok mulut hingga membuat tersangka khilaf. Puncaknya pada saat kejadian tersebut yang berujung dengan penusukan. “Cekcok sering, tapi dia menghina saya baru sekali itulah. Saat itulah yang keterlaluan,” terangnya.

Kalaupoun sering cekcok, tersangka mengaku sering menghindar. “Paling saya menghindar pindah kedepan. Diam dikamar. Sekitar tiga, empat hari balik lagi. Dia itu sayang dengan aku. Aku nyesal pak,” timpal tersangka terbata-bata sembari menangis dihadapan Kapolres.

Tersangka dalam kesempatan itu meminta maaf kepada keluarga korban. Dan mengaku atas kejadian yang telah dilakukannya itu membuat masa depannya hancur dalam sekejap. “Untuk keluarga korban saya mohon maaf. Masa depan saya hancur. Aku sayang dengan dia (korban),” bebernya.

Ditanya mengenai apakah memang tersangka ingin cerai dengan korban atau tidak. Dirinya mengaku itu dilakukan hanya untuk menggertak korban. “Aku sebetulnya nak gertak dio bae sebenarnya. Cuman aku sakit hati dengan dio karena ngomong cak itu,” bebernya. (wek)

 

Komentar

Berita Lainnya