oleh

Suharso Majukan Diri Sebagai Ketum Definitif di Muktamar PPP

Sumeks.co – Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mendeklarasikan diri untuk maju sebagai ketua umum definitif PPP pada Muktamar IX. Deklarasi tersebut dilakukannya di hadapan para pengurus dewan pimpinan wilayah (DPW) Jawa Barat.

“Sebagaimana disampaikan Ketua DPW Jabar, ibu Ade Munawaroh, bahwa saya dimiliki Jawa Barat, maka di depan para kader PPP se-Jabar ini, saya harus lebih dulu mendeklarasikan maju bertarung dalam Muktamar IX untuk menang menjadi Ketua Umum,” kata Suharso dalam keterangannya, Minggu (25/10).

Menurut Suharso, berdasarkan hasil Mukernas keempat yang telah digelar awal tahun ini, seluruh dewan pimpinan dan para pengurus DPW di seluruh tanah air menyetujui bahwa muktamar akan dilaksanakan usai Pilkada 2020.

“Dalam keputusan Mukernas ke-4 yang telah diadakan awal tahun ini, salah satu isinya ialah bahwa kita akan melaksanakan muktamar setelah selesai Pilkada 2020, karena Pilkada ditunda ke Desember 2020 maka muktamar akan dilakukan pada bulan Desember 2020,” ujar Suharso.

Menjelang Pilkada 2020, banyak partai politik mulai berbondong-bondong menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada pimpinan yang baru, meskipun banyak juga parpol yang memutuskan tongkat kepemimpinan tetap jatuh pada pemimpin lama. Hanya PPP yang masih belum memilih ketua umum definitif.

Tekait rekrutment politik ke depan, Suharso menegaskan, siapapun yang maju menjadi caleg pada Pemilu 2024 nanti, hendaknya bersikap tulus dan ikhlas terhadap sesama kader yang juga akan bertarung di daerah pemilihan yang sama, tidak saling menihilkan suara.

“Harus saling ikhlas sesama kader, bahkan saling mendukung. Bagi yang tidak terpilih, tetap berlapang dada dan istiqomah menjalankan tugasnya dengan baik,” cetus Suharso.

Selain itu, Suharso juga mengingatkan para kadernya agar saling berkomunikasi dengan baik. Dia menyebut, komunikasi yang baik akan meningkatkan kondsolidasi yang baik juga, sehingga nantinya PPP punya energi baru untuk memasuki Pilkada 2020 dan seterusnya.

“Kita harus punya energi dan kalori untuk Pemilu 2024, sementara Pilkada 2020 dan 2022 harus menjadi ajang sinergitas kekuatan kader. Semoga dengan begitu PPP dapat kembali berjaya dan insya Allah mengantongi suara pada Pemilu 2024 dengan jumlah suara yg melampaui jauh dari ambang batas parlemen,” pungkasnya.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya