oleh

Sujud Syukur Brimob Bersama Sang Jendral di Top Dempo

SUMEKS.CO – Pagar Alam – Tim ekpedisi merah putih berhasil melewati badai. Terus melakukan pendakian menuju Top (puncak) Gunung Dempo.

Brigjen Pol Rudi Setiawan SIK, MH, Wakapolda Sumsel tetap posisi di depan. Bersama tim pembuka jalur melewati cadas menuju jalur makam Gunung Dempo.

Tanjakan terjal berair, nyaris tegak berdiri harus dilewati puluhan personil Polisi itu.

Puncak gunung mulai terlihat, ratusan pendaki banyak yang menepi. Kelelahan terlihat di setiap wajah pendaki. Tapi sosok sang jendral pemimpin tim ekpedisi.

Tetap terseyum dan bahkan sempat berfoto. Sebelum masuk ke jalur makam yang penuhi cerita misteri itu.

“Indah sekali,”

“Poto dulu,” ucap sang jendral tepat di jalur yang terjal itu.

Personil Brimob dan perwira muda kepolisian. Yang tergabung dalam tim tersebut. Juga terlihat terus bergerak nambah bersemangat ketika mengetahui telah mendekati puncak.

Jendralpun mulai melangkah menanjak kembali memasuki jalur makam. Yang telah dipenuhi para pendaki kelelahan.

Baru sekitar empat puluh meter menanjak. Jendral dikagetkan teriakan dari semak oleh seorang pendaki.

“Pak Tolong,”

“Teman saya sakit,”

“Badannya dingin,” kata pemuda berumur sekitar 20 tahun itu.

Sang jendral langsung mendekati pria itu. Dan bertanya dimana temanmu?

Kemudian, pemuda itu menunjukkan tenda seadanya tempat temannya yang tengah sakit.

Saat dicek tim ekpedisi ternyata pendaki itu mengalami Gerald hipotermia. Tim kesehatan ekpedisi langsung memberikan pertolongan pertama.

Pendaki itupun terlihat sehat. Makanan dan obatpun diberikan tim ekpedisi untuk pendaki itu.

Sang jendralpun mengimbau para pendaki itu. Agar tetap jaga kesehatan dan tidak memaksakan diri.

“Jangan lupa makan,”

“Dan terus semangat,” ucap sang jendral.

Pendakian terus berlanjut, selang sepuluh menit dengan menerobos kabut yang tebal. Jendral pimpin tim, akhirnya tiba di puncak gunung Dempo sekitar pukul 17.30 WIB, Minggu 16 Agustus 2020.

“Alhamdulillah”

“Ini atas kebesaran Allah Swt,”

“Kami sampai dengan selamat,” ucap sang Jendral.

Kemudian, salah satu anggota Brimob yang juga tiba langsung sujud syukur dengan berlinangkan air mata.

Sama juga dengan mata sang jendral yang berlinang.

Puluhan pendaki dari pecinta alam yang berada tempat tersebut. Terlihat terharu dan meneteskan air mata. Melihat sang jendral yang tiba di atas. Untuk mengibarkan bendera merah putih.

Tim ekpedisi merah putih menyempatkan diri berfoto di top gunung Dempo.

Dua polwan Polda Sumsel secara bersamapun berteriak merdeka di atas ketinggian 3159 MDPL itu.

Usai befoto bersama, sang jendral pemimpin ekpedisi langsung melangkah turun ke pelataran lembah dempo. Bersama tim untuk mengecek tenda-tenda yang akan mereka tempati.

Sampai di pelataran teriakan suara “Merdeka”. Dari ribuan pendaki pecinta alam lainnya. Yang telah lebih dulu tiba dan menginap.

Terdengar gemuruh suaranya.

Sang jendaral dan tim ekpedisi menyambutnya dengan kata-kata.

“Merdeka,”

“Merdeka,”

“NKRI Harga Mati,” ucap sang jendral.

Terlihat, sambutan luar biasa dari para pecinta alam. Yang semuanya keluar dari ribuan tenda.

Ponsel dan kamera para pecinta alam. Semuanya menyala mengabadikan kedatangan jendral di lembah Dempo itu.

Tenda telah siap, apel dan cek seluruh personil yang tergabung dalam tim ekpedisi dilakukan jelang malam itu.

Hujanpun turun, satu persatu personil absen.

“Siap”

“Hadir” ucap Ipda Nisca salah satu Polwan dengan suara lantang terdengar saat dicek.

Lalu, logistik dibagikan. Tim ekpedisi diistirahatkan. Salam Lestari!!.(bersambung/tim ekspedisi Dempo : Bubun/Bima/edho)

Komentar

Berita Lainnya