oleh

Suka Sepeda, Jarak Tempuh 50 KM Sudah Biasa

“Kadang harus berangkat sekolah lebih awal. Karena takut tidak dapat angkot. Sering terjadi nyetop angkot tapi angkotnya cuek. Pura-pura tidak lihat,” ceritanya.

Solusinya. Sepeda saja. Dia dibelikan oleh orang tuanya sepeda BMX. Itupun bukan sepeda BMX baru, tapi sepeda seken (bekas) yang dicat ulang.

“Saya masih ingat warnanya kuning. Itulah yang saya pakai untuk ke sekolah,” ceritanya, sambil mengatkan saat itu dia kelas V SD.

Pengalaman jatuh dari bersepeda sudah biasa. Kala itu masih SD. Dia membocengi kakaknya, menggunakan BMX andalannya itu. Saat jalan turunan, sepeda melaju kencang. Nabrak batu dan terjatuh.

“Masih ada sedikit bekas lukanya sampai sekarang,” katanya.

Komentar

Berita Lainnya