oleh

Sumsel 10 Besar Nasional Transaksi Digital

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hari Widodo mengumumkan Sumsel masuk peringkat 10 besar penggunaan elektronifikasi transaksi pemerintah (ETP).

Predikat tersebut didapatkan atas penerapan ETP di kabupaten-kota di Sumsel, pada kwartal ketiga tahun 2020. Terimplementasi secara non tunai sebesar Rp 42,46 triliun dengan ragam kanal pembayaran yang telah digunakan.

“Baik teller, ATM, mobile banking. Hal inilah menjadikan Provinsi Sumsel berada pada tahap maju dan berada pada peringkat 10 secara nasional,” kata Hari optimis disela Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI), pada Senin (5/4).

Adapun transaksi non tunai tersebut menggunakan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran. “Pembayaran non tunai QRIS memiliki berbagai manfaat, antara lain lebih efisien. Hasil penjualan tercatat otomatis, serta relatif lebih aman baik bagi pedagang ataupun pembeli karena tidak melibatkan uang tunai,” ungkap Hari.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya mengatakan, pihaknya akan mendorong pemerintah kabupaten dan pemerintah kota turut serta, mendukung penuh penerapan metoda pembayaran cashless (non tunai, red) disetiap transaksi ekonomi masyarakat.

“Ya Kita (Pemprov Sumsel, red) terus proaktif menyesuaikan zaman. Sekarang zamannya serba digital, termasuk pembayaran jual beli. Inilah, artinya kita terus berkembang. Semoga dengan pelayanan ini masyarakat terlayani dengan baik,” pungkasnya.(bim)

Komentar

Berita Lainnya