oleh

Sumsel Potensi  Eksportir Terbesar se-Asia Pasifik

 

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Sumatera Selatan (Sumsel) sangat berpotensi menjadi eksportir hasil perkebunan terbesar se Asia Pasifik. Hal tersebut didukung keberadaan bentang alam dan keunggulan mutu panen yang dimiliki. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Ir Agus Darwa Msi, kepada SUMEKS.CO, kemarin (29/3).

Disbun mencatat, wilayahpPerkebunan di Sumsel seluas 3,2 Juta ha. Tersebar di 17 Kabupaten/Kota. Luas tersebut, kini baru 2,6 Juta ha yang dimanfaatkan dijadikan wilayah perkebunan. Untuk melebarkan peluang ekspansi pasar.

“Artinya kemungkinan untuk pengembangan komoditas perkebunan sangatlah memungkinkan, sekitar 700 ribu ha lagi untuk dimaksimalkan kepemanfatannya,” ungkap Agus. Kondisi sekarang eskalasi ekspor hasil perkebunan Bumi Sriwijaya sedang membaik. Seperti sektor produksi komoditi utama yakni, sawit dan karet meningkat selama dua kuartal terakhir.

“Dari sisi harga jual, ini kan bervariasi pasca terpuruk. Baiknya, karet kita ini banyak diterima kembali diluar (negara, red) seharga antara Rp18 -19 Ribu. Akibat beberapa negara penghasil utama mengalami lockdown. Untuk Sawit (Tbs) kita stabil, bahkan meningkat diatas Rp2 Ribu/kg,” kata Dia.

Disbun Sumsel, lanjut Agus, bersama stageholder berjibaku dalam Unit Pengelola Pemasaran Bahan (UPPB) olahan karet dan sawit. Berikut menjaga stabilitas pupuk, ketersediaan bibit tanam unggul, pelatihan dan atau penyuluhan teknik pertanian pada petani.

“Dalam UPBB kita terapkan juga sistim 4S (Satu hari, Satu tempat, Satu harga). Inilah salah satu peningkatan mutu tadi, sehingga hilirisasinya, pabrik juga bisa menampung dan menerima karena kadarnya (komoditi,red) baik,” pungkasnya. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya