oleh

Sumsel Tidak Asing dengan Multi Event

PALEMBANG -Menjadi tuan rumah olahraga multi event skala regional, nasional, maupun internasional atau dunia tidak asing bagi Sumsel.

“Sejarah Sumsel menjadi tuan rumah multi event berawal dari POMNAS tahun 1971. Ada 9 cabor dipertandingkan yang dibuka Presiden Soeharto saat itu. Tempat kita ini dinamakan kampus karena menjadi tempat menginap mahasiswa atlet POMNAS,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga Sumsel H Ahmad Yusuf Wibowo saat membuka Workshop Jurnalis Olahraga di aula lantai 3 Dispora, Selasa (20/10).

Kepercayaan pusat kepada Sumsel, lanjut Yusuf, berlanjut pada tuan rumah PON 2004, SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games (ISG) 2013, AUG atau Pekan Olahraga Mahasiswa ASEAN 2014, dan Asian Games 2018.

“Masyarakat Sumsel sudah biasa jadi tuan rumah yang baik,” ujarnya.

Tahun depan, tambah Yusuf, Sumsel akan menjadi tuan rumah POPNAS dan venue Piala Dunia U-20 bersama Solo dan Bali.

“Agen-agen klub sepak bola dunia akan hadir mengintip pemain sepak bola profesional dunia. Akan ada agen Juventus, Inter Milan, dan pengusaha kaya dunia mengintip calon pesepakbola dunia profesional. Karena lepas dari U-20, pemain sudah turun di karier profesional,” ujarnya. (dom)

Komentar

Berita Lainnya