oleh

Sungai Mulai Menyusut Sumur Warga Mengering

-Sumsel-93 views

MURATARA – Memasuki musim kemarau sejumlah bencana kekeringan mulai melanda di wilayah Kabupaten Muratara. ‎Kondisi bencana kekeringan itu diprediksi akan memburuk saat pertengahan Agustus mendatang.

Faat warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengatakan. Saat ini bencana kekeringan sudah mulai terasa di masyarakat, sejumlah kanal-kanal buatan warga, aliran sungai dan sumur mulai menyusut drastis. “Sekarang sudah kering semua termasuk sumur-sumur punya warga juga sudah kering. Sejak puasa sampai sekarang jarang ada hujan,” katanya, kemarin (3/6).

Dia mengaku, setiap tahun warga Muratara selalu mengalami kendala saat menghadapi musim kemarau. Bahkan kondisi itu sudah membuat dua aliran sungai besar di Muratara kelihalangan debit secara dratsis. “Sungai Rupit dan Rawas sekarang juga sudah mulai surut. Dasar sungai di tengah sudah mulai kelihatan dan kedalaman sungai di bagian tengah cuma satu meter,” ucapnya.

Menurutnya ada beberapa hal yang mesti di waspadai saat musim kemarau seperti bencana kekeringan dan bencana kebakaran. Karena kejadian itu selalu terjadi berulang kali. “Biasanya kalau musik kemarau pasti ada saja rumah dan dan lahan yang terbakar. Jadi mesti hati-hati, jangan sampai ada yang buang puntung rokok di semak semak yang kering,” katanya.

Terpisah, Kepala BPBD Muratara Zulkifli membenarkan, saat ini sudah memasuki musim kemarau. Pihaknya mengaku sudah mulai melakukan monitoring terhadap sebaran titik api. “Kita berharap tidak ada kebakaran hutan dan lahan jadi kami monitoring terus pakai satelit lapan. Kita minta warga jangan membuka lahan dengan cara di bakar karena itu bisa mengakibatkan kebakaran lahan,” timpalnya.

Pihaknya menegaskan, ada beberapa wilayah yang dianggap rawan bencana kebakaran lahan seperti wilayah Kecamatan Rupit, Karang Dapo dan Rawas ilir. Karena ketiga wilayah itu merupakan daerah gambut. “Sampai saat ini belum ada kebakaran lahan di tempat kita. Puncak Kemarau di prediksi Agustus itu informasi dari BMKG yang kami dapat. Jadi harus tetap hati-hati dan waspada,” tututpnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya