oleh

Supel, Sering Jadi Wasit dan Hakim Garis saat Turnamen

Serda Rikson, anggota TNI Kodam II/Sriwijaya yang Gugur saat Tugas di Papua

SERDA Rikson gugur saat mengamankan aksi massa di Deiyai, Papua, Rabu (28/8). Almarhum merupakan anggota Batalyon Kavaleri Karangendah, Kodam II/Sriwijaya. Berikut penuturan keluarga almarhum kepada wartawan SUMEKS.CO.

Dian Cahyani – Muara Enim

Di kediamannya daerah Sidodadi, Kecamatan Karang Endah, Kabupaten Muara Enim, tepatnya di simpang Stasiun Karangendah, semua keluarga dan sanak saudara sudah berkumpul dan mendoakan almarhum Serda Rikson.

Rencananya, jenazah akan dibawa ke rumah mertuanya, tak jauh dari kediaman korban dan istrinya. Di depan rumah, didirikan tenda lengkap dengan kursi yang disusun rapi. Di bagian samping juga tersusun rapi karangan bunga ucapan belasungkawa dari rekan dan kerabat korban.

Satimin, mertua korban mengaku belum bisa memberikan statement terkait kepergian menantunya itu. “Untuk wawancara kami belum bisa memberikan statement, tapi kalau mau foto silahkan,” ujar pria yang duduk di kursi plastik di depan rumahnya.

Sementara, seorang kerabatnya mengaku ibu korban baru tiba dari Jambi sekitar pukul 09.00 WIB. “Begitu datang ibunya langsung nangis dan pingsan,” katanya seraya menyebut pihak keluarga belum bisa dibincangi. Darinya, diketahui bahwa korban rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) karena gugur saat bertugas.

Jun, salah seorang tetangga korban mengaku Serda Rikson merupakan orang yang tidak banyak omong namun supel dan mudah bergaul dengan masyarakat.

“Kalau ada turnamen (sepak bola), dia itu biasanya selalu jadi wasit atau hakim garis,” sebutnya.

Sepengetahuannya, korban belum sampai 2 bulan bertugas di Papua. “Dia itu tugas di Yonkav, tapi beberapa bulan ini dia itu istilahnya ngepam di Papua,” jelasnya.

Dia pun mengaku kesehariannya korban bersama istrinya juga membuka warung di depan rumahnya. “Dia tinggal bersama istri dan 2 anaknya,” jelasnya.

Puniman, tetangga lainnya mengaku pergaulan korban dengan masyarakat sangat bagus. “Dia itu bermasyarakat, dia juga anggota TNI,” sebutnya.

Pihaknya pun mendapat kabar korban meninggal Rabu (28/8) sore. “Istrinya sangat berduka dan masih shock karena setahu kami belum keluar rumah sejak dapat kabar itu,” ujar pria yang tinggal didepan rumah mertua korban.

Darinya juga diketahui kalau korban sudah lama tinggal di Karangendah, sejak masih menjadi pengantin baru hingga saat ini sudah mempunyai dua orang anak. “Anaknya yang satu sudah SMP dan yang nomor 2 masih SD,” tukasnya. (*)

Komentar

Berita Lainnya