oleh

Surabaya Diusulkan Jadi Venue Pembuka Piala Dunia U-20

Sumeks.co – Perhelatan Piala Dunia U-20 2021 sejauh ini masih sesuai rencana. Ada enam venue yang disiapkan untuk menggelar pertandingan. Namun, sampai saat ini, belum ada kepastian di mana laga pembuka bakal digelar.

Meski begitu, panitia penyelenggara Piala Dunia U-20 atau INAFOC sudah punya pandangan. Surabaya jadi pilihan utama sebagai venue pembuka Piala Dunia U-20.

’’Kami segera usulkan ke FIFA agar Surabaya jadi tempat opening ceremony,’’ kata Ketua INAFOC sekaligus Menpora Zainudin Amali saat berkunjung ke Surabaya kemarin.

Ada banyak faktor yang membuat Surabaya dianggap layak sebagai venue pembuka. Pertama, Surabaya dianggap lebih siap dibandingkan lima kota lainnya. Apalagi, akses ke stadion utama dianggap bagus.

Awalnya, Zainudin sempat khawatir akses ke GBT akan sulit. ’’Ternyata ada lima akses yang bisa dilewati. Saya juga kaget. Pemkot (Surabaya) ternyata sangat all-out untuk persiapan Piala Dunia,’’ ucap pria 58 tahun tersebut. Selain itu, akses menuju Stadion GBT yang sebelumnya sempit kini sudah diperlebar.

Kedua, Jatim dikenal sebagai wilayah yang memiliki basis suporter besar. Di Surabaya ada Bonek, suporter Persebaya. Belum lagi ada Ultrasmania (Gresik United) hingga Deltamania yang merupakan fans klub Liga 3 Deltras Sidoarjo.

’’Apalagi, semua didukung dengan keseriusan teman-teman di Jatim, seperti Pemkot (Surabaya) maupun Asprov PSSI Jatim,’’ jelas Zainudin.

Belum lagi stadion penunjang yang dianggap sudah mumpuni. Zainudin sudah sreg jika Surabaya dijadikan venue pembuka. ’’Tapi, semua keputusan tetap ada di FIFA. Kami hanya mengusulkan tempatnya saja. Tapi, kalau misal keputusan (memilih venue pembuka) ada di kami (INAFOC), pasti langsung kami pilih di Surabaya,’’ tegas pria kelahiran 16 Maret 1962 tersebut.

Menpora tiba di Surabaya kemarin pagi. Dia meninjau empat titik. Tiga titik di Surabaya. Yakni, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Lapangan THOR, dan Stadion Gelora 10 November. Kunjungan berakhir di Stadion Gelora Bangkalan. Selain GBT, venue lainnya akan digunakan sebagai tempat latihan tim tamu.

Dia memuji kesiapan klaster Surabaya. ’’Desember (pengerjaan) sudah tuntas semua. Kalaupun mundur, tidak akan berpengaruh signifikan. Karena deadline uji coba lapangan adalah bulan Maret,’’ kata Zainudin.

Saat ini, Stadion GBT masih dalam tahap pemasangan single seat. Serta penanaman rumput. ’’Nanti, kalau rumput sudah tumbuh, saya akan kembali untuk lihat (perkembangnnya) lagi,’’ tambahnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyambut baik pernyataan Menpora. ’’Pokoknya target Desember semua sudah tuntas,’’ ucapnya. Soal ditunjuk jadi venue opening ceremony, Risma tidak kaget. ’’Karena waktu bidding kami sudah siapkan semua (opening ceremony). Kami siap adakan welcome dinner sampai atraksi kesenian. Kami sudah paparkan semuanya di awal saat bidding dulu,’’ terang Risma.

Karena itu, Surabaya tidak akan kesulitan untuk menggelar opening ceremony yang meriah. ’’Insya Allah Surabaya siap kalau misal ditunjuk untuk opening ceremony,’’ tegas Risma.

Soal renovasi stadion, Risma memastikan semua akan sesuai standar FIFA. ’’Semua keinginan FIFA sudah kami penuhi. Tinggal finishing-nya. Semua sudah kontrak, tinggal pelaksanaannya saja,’’ tambahnya.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya