oleh

Surat Izin Perjalanan Dihapuskan, ini Syarat Penumpang KA

SUMEKS.CO, PALEMBANGPT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang mengungkapkan selama periode 6-17 Mei 2021, sedikitnya telah melayani 2 ribu pelanggan KA jarak jauh dimana rata-rata melayani 166 pelanggan per hari. Jumlah tersebut turun 73 persen dibanding jumlah pelanggan KA Jarak Jauh pada masa pengetatan pra mudik, 22 April – 5 Mei, dimana KAI Divre III melayani rata-rata 524 pelanggan KA jarak jauh per hari.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan bahwa masyarakat yang diberangkatkan menggunakan KA Jarak Jauh bukan untuk kepentingan mudik. Melainkan, yang memiliki kepentingan untuk bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka dikarenakan anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan non mudik lainnya.

“Seluruh pelanggan kami verifikasi berkas-berkasnya terlebih dahulu. Jika tidak lengkap maka tidak akan kami izinkan untuk berangkat,” kata Aida, kepada SUMSEKS.CO, Selasa (18/5).

Dia mengungkapkan, selama periode 6-17 Mei 2021 terdapat total 1.272 calon penumpang yang ditolak berangkat dikarenakan berkas-berkas persyaratannya tidak sesuai. Perjalanan KA Jarak Jauh pada masa peniadaan mudik dioperasikan untuk menyediakan konektivitas bagi orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Pada masa peniadaan mudik Divre III Palembang mengoperasikan 2 KA Jarak Jauh per hari, yaitu KA Serelo rute kertapati-lubuklinggau (PP) dan KA Rajabasa rute kertapati- Tanjungkarang (PP). Seluruh operasional kereta api berjalan dengan lancar dan pelayanan baik di stasiun maupun kereta api juga berjalan tertib,” ujar Aida.

Lanjutnya, pada masa pengetatan pasca peniadaan mudik yaitu 18-24 Mei 2021, KAI kembali mengoperasikan Kereta Ekonomi Bukit Serelo (Kertapati–Lubuk Linggau ) dan Kereta Ekonomi Rajabasa (Kertapati – Tanjung Karang) dan tiketnya sudah dapat dipesan di aplikasi KAI Access, Web KAI, dan seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Pelanggan KA Jarak Jauh tidak perlu lagi menyertakan surat izin perjalanan, namun masih harus melampirkan surat keterangan bebas COVID-19 berupa surat keterangan negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau GeNose C19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam.

Untuk membantu melengkapi syarat surat bebas COVID-19 tersebut, KAI menyediakan layanan Rapid Test Antigen seharga Rp85 ribu dan pemeriksaan GeNose C19 seharga Rp30 ribu di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebingtinggi, dan Lubuklinggau.

Mulai 18 Mei 2021 pula, calon penumpang yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau GeNose C19, tidak memakai masker, atau penumpang reaktif/positif maka tiketnya akan dikenakan bea batal sebesar 25 persen. Proses pembatalan dilakukan di loket stasiun pembatalan dan melalui Contact Center 121 paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan.

Sedangkan calon penumpang yang didapati suhu tubuhnya diatas 37,3 derajat celcius pada saat boarding, maka tiket akan dikembalikan 100 persen. Pembatalan dapat dilakukan di semua loket stasiun penjualan.

Proses pengembalian bea pada loket stasiun pembatalan dapat dilakukan tunai atau skema transfer. Khusus untuk layanan Contact Center 121 menggunakan skema transfer. Bea tiket yang dibatalkan dikembalikan setelah hari kalender ke-30 sejak permohonan pembatalan.

“KAI mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi aturan dan persyaratan yang ditetapkan selama masa peniadaan mudik. Terus terapkan protokol kesehatan secara konsisten dan disiplin untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tutup Aida. (bim)

Komentar

Berita Lainnya