oleh

Survey Jalan, Motor Dinas Digasak Begal

BATURAJA – Sepeda motor yang hilang digasak begal pada Rabu (22/4) ternyata merupakan motor dinas yang sehari hari digunakan Dedi Narka Beta (39).

Yang bersangkutan merupakan aparatur sipil negara (ASN) di kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU PR) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).  “Yo bener kk itu masih tetangga aku di Jl Gotong Royong,” aku RN, yang mengaku mengenal Dedi bekerja di PU BM/PU PR OKU.

Menurut RN, setahu dirinya Dedi memang ada menggunakan sepeda motor jenis Trail. Hilangnya motor jenis trail Honda CRF BG- 2749-FZ digasak begal masih menyisakan tanda tanya.

Pasalnya, kabar yang beredar, sepeda motor tersebut saat kejadian bukan dipakai yang bersangkutan. Tapi dipakai untuk kepentingan pribadi Welly (keponakan korban).

Saat kejadian Welly dikabarkan membonceng teman perempuannya berinisial Her (16), yang merupakan siswi salah satu SMAN di Kota Baturaja. “Kabarnyo cak itu Kak, Her ini pergi samo cowoknya (Welly),” kata sumber koran ini.

Menurut sumber ini, Her dan Welly ini sama sama tinggal di daerah Kecamatan Baturaja Barat. Mengenai apa keperluan dia ke daerah tersebut, sumber tersebut mengatakan tidak tahu.

Ini diperkuat dengan video yang beredar adanya perempuan yang memegang helm sambil terlihat kebingungan ditanya salah satu anggota Polres OKU di lokasi.

Mengenai kabar adanya kejadian begal ini, Kapolsek Baturaja Timur AKP Sulis Pujiono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian pembegalan tersebut.

Namun, menurut Kapolsek, yang menjadi korban pembegalan adalah Dedi yang saat kejadian membawa sepeda motor Honda CRF Nopol BG- 2749-FZ.

Saat kejadian yang bersangkutan tengah melakukan survei jalan di daerah Bukit Balau tersebut, tak jauh dari simpang empat kemiling dekat Bukit Balau.

Saat hendak berbelok di lokasi kejadian sepeda motornya dicegat dari belakang oleh dua pelaku yang menggunakan sepeda motor matic Beat digital.

Pelaku yang dibonceng, tiba tiba mengeluarkan sejenis senjata api laras pendek ke arah korban. Awalnya pelaku meminta HP milik korban. “Mano HP kau,” teriak pelaku sambil mengeluarkan senpi dan mengancam korban. Karena tidak diserahkan, pelaku lalu turun dan menarik kunci kontak sepeda motor yang dibawa korban.

Kedua pelaku menggunakan helm tertutup. Dengan ciri salah satu berbadan gemuk menggunakan jaket hitam, dan satunya lebih pendek menggunakan jaket coklat. Kedua pelaku berbicara dengan logat bahasa Ogan.

Terpisah, Kepala Dinas PU PR OKU Chandra Dewana ketika dikonfirmasi mengaku belum tahu adanya kejadian tersebut. “Kakak belum tahu dek,” ujarnya.

Chandra mengaku tidak ada pegawai PU PR OKU yang bernama Dedi menggunakan sepeda motor Honda CRF. Apalagi untuk saat ini menurut Chandra tidak ada lagi pekerjaan survei jalan.

“Sudah selesai galo,” ujarnya. Ketika dikirim nomor pelat Honda trail CRF Chandra mengatakan akan mengecek dulu karena tidak hafal nomor pelat tersebut. (bis)

Komentar

Berita Lainnya