oleh

Susi Pudjiastuti pun Ajak Mike Tyson ke Indonesia

SUMEKS.CO – Susi Pudjiastuti tak henti-hentinya tersenyum. Mantan menteri kelautan dan perikanan itu tampak takjub dengan jawaban-jawaban yang dilontarkan sosok yang dia wawancarai: Mike Tyson.

Dalam acara bertajuk ”Life Lesson from the Champ” di salah satu platform layanan streaming tadi malam WIB, Susi lebih banyak bertanya terkait liku-liku kehidupan mantan petinju juara dunia kelas berat tersebut. Juga, pertanyaan-pertanyaan tentang Covid-19.

Olahraga yang disukai Tyson selain tinju hingga promosi terkait lezatnya makanan Indonesia tak ketinggalan ditanyakan. ”Kapan rencana kamu ke Indonesia? Makan di sini merupakan yang terbaik. Wonderful,” kata Susi. ”Awesome (luar biasa),” jawab Tyson dengan senyum.

Baca juga: Soal Dipenjara Tiga Tahun, Mike Tyson: Saya Merasa Sedang Berlibur

Saat ini, Tyson terus bekerja keras untuk meningkatkan fisik dan performanya. Si Leher Beton –julukan Tyson- bakal kembali ke ring tinju pada pada 28 November di Los Angeles. Adalah Roy Jones Jr. yang bakal dihadapnya.

Tyson yang berusia 54 tahun melawan Jones yang lebih muda tiga tahun darinya. Selain lebih tua, Tyson juga sudah pensiun sejak 2005. Bandingkan dengan Jones yang terakhir kali bertanding dengan mengalahkan Scott Sigmon pada Februari 2018.

Karena faktor itulah, Tyson tidak bosan-bosan berlatih keras dan membagikan tersebut di instagram pribadinya @miketyson. Roy Jones JR. juga sejatinya sudah tidak ingin come back ke ring tinju. Namun, karena ini adalah tawaran Mike sulit baginya untuk menolak. Apalagi, sebelumnya banyak petarung yang mencoba untuk menantang Mike. Tapi, Mike justru memilihnya.

Baca juga: Susi Pudjiastuti: Suatu Kebanggaan Bisa Mewawancarai Mike Tyson

Kini, dalam salah satu persiapannya, Tyson mengaku menyiapkannya dengan baik. Selain berlatih keras, dia juga sangat menjaga gaya hidupnya. Salah satunya dengan tidak memakan banyak daging.

Sepanjang obrolannya dengan Tyson, Susi merasa mendapat banyak pengalaman berharga. ”Petinju yang kita pikir akan kekerasan ternyata memiliki banyak sisi lain. Kata kucinya adalah konsisten dan kontiyu dengan selalu berusaha tanpa henti,” papar Susi. (raf/ttg/jawapos.com)

 

Komentar

Berita Lainnya