oleh

Susiawan Rama Sebut Tuduhan Penyimpangan Dana Tidak Benar

Tokoh Ulak Pandan : Susiawan Aset SDM Desa Kami

ULAK PANDAN – Mantan Kepala Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat, Susiawan Rama angkat bicara terkait dengan pemberitaan dan beredarnya surat pemanggilan dirinya oleh Inspektorat Lahat terkait dugaan yang menyatakan adanya Penyimpangan Pengelolaan Pendapatan Desa di Tahun 2014-2019, Rabu, (12/11/20)

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Susiawan Rama menjelaskan, bahwa apa yang dituduhkan oleh dirinya bersama pemerintah desa tentang adanya dugaan Penyimpangan Pengelolaan Keuangan Desa di Tahun 2014-2019 bersumber dari pihak ketiga swasta/perusahaan sebesar 2.788.249.329 itu tidak benar. “Tuduhan itu tidaklah benar. Pembangunan juga jelas di Desa Ulak Pandan”, terangnya

Ia menjabarkan pada Tahun 2014-2109 Pemerintah Desa Ulak Pandan sudah merealisasikan setiap dana masuk dari Pihak ketiga Swasta Perusahan untuk kesejahteraan dan kepentingan masyarakat Desa Ulak Pandan dan itu pun sudah melalui musyawarah Desa setiap ada pembangunan di Desa.

Ia juga membenarkan bahwa saat itu, belum memberikan klarifikasi penjelasan terkait surat pemanggilan pada 17 September 2020 dikarenakan masih ada kerjaan di luar kota. Dan itupun masih pemanggilan pertama untuk klarifikasi. “Pada 11 November 2020 kami telah klarifikasi tentang dugaan yang dituduhkan,” tegasnya

Ditempat terpisah beberapa Tokoh Masyarakat Ulak Pandan saat diminta tanggapannya  berkomentar  jika mantan Kepala Desa harus mengklarifikasi dan memberikan penjelasan ke Inspektorat sudah tepat. “Tujuannya, agar ada kejelasan dan tidak adanya dugaan pemberitaan itu bertujuan untuk penggiringan opini atau kepentingan politik dan persaingan,” ujar Bahrin.

Menurutnya,  Susiawan Rama adalah salah satu aset SDM di daerah Ulak Pandan. Desa ini sempat jadi desa tertinggal dan berubah menjadi desa berkembang. “Dan sekarang menjadi desa maju berkat beliau juga, sudah banyak prestasi dan membanggakan nama daerah diwaktu kepemimpinan beliau, baik tingkat lokal ataupun nasional,” kata Aswani mantan ketua BPD menambahkan.

Sementara, Tokoh Pemuda Desa Ulak Pandan, Evan Yusup menuturkan, benar atau tidak dugaan yang katanya dari laporan masyarakat itu bisa dilihat lihat nanti. “Kita semua akan tau kebenarannya seperti apa, yang pasti pasca selesainya kepemimpinan beliau semoga terhindar dari penggiringan opini atau hal-hal yang dikaitkan dengan kepenting pilkades atau kepentingan persaingan kelompok,” ujarnya.

Dia mengaku sepakat ada audit didesa tetapi harus adil dan merata, semua pihak diminta dulu keterangannya. “Jangan sampai persepsi dimasyarakat awam khususnya di desa Ulak Pandan ini terkesan penggiringan opini terkait dengan pilkades atau pun persaingan pengelolaan pendapatan Desa Ulak Pandan karena sepengetahuan saya saat ini pun pengelolaan pendapatan desa baik dari pihak swasta, perusahaan atau pun dari aset desa dan pendapatan lainnya masih dikelolah oleh desa,” ujarnya. (rip)

Komentar

Berita Lainnya