Terbit, Telat

Oleh : Dahlan Iskan Harian DI’s Way edisi pertama terbit. Tanggal 4 Juli kemarin. Telat. Dari jadwal. Lebih cepat. Dari skenario terburuk. Soal telatnya itu penjelasannya bisa

Nyawa Rangkap Dahlan

Masyarakat Surabaya mengenal legenda Sarip Tambak Oso, pemuda jagoan yang dengan gagah berani melawan penjajah Belanda. Sarip dikenal punya nyawa rangkap, tiap kali ditembak mati Sarip bangkit

Sujud Risma

Oleh : Dahlan Iskan Anda sudah tahu: Bu Risma (Tri Rismaharini) sampai sujud-sujud. Di depan para dokter. Senin kemarin. Hasilnya nyata: diketahuilah kenapa rumah-rumah sakit di Surabaya

Suntik Lysol

Oleh : Dahlan Iskan Berhentilah wahai virus! Kian lama engkau beraksi kian banyak orang yang bicaranya ngalor-ngidul. Termasuk seorang presiden –misalnya Donald Trump. Sampai-sampai banyak sekali meme

Teknologi Manajemen

Oleh : Dahlan Iskan Saya punya teman yang bekerja di Indonesia. Sebagai tenaga ahli. Kontraknya hanya sampai 30 April 2020. Sebelum berangkat ke Indonesia ia sudah punya

Tiba-tiba Tiada

Oleh : Dahlan Iskan Tulisan saya hari ini tidak obyektif. Hati-hati membacanya. Banyak orang lain yang juga meninggal dunia kok yang ini saya tulis di DI’s Way.

Terkejut Seadanya

Oleh : Dahlan Iskan Lupakan Covid-19. Ini ada perkembangan terbaru lagi dari Tiongkok: uang fiat segera diganti uang digital. Kemarin sore, harian South China Morning Post (Hongkong)

Stop Mei

Oleh: Dahlan Iskan Agama pun terguncang. Islam, Kristen kurang lebih sama. Khususnya di kalangan ulama-ulamanya. Di kalangan Islam soal ahli sunah dan jabbariyah ramai disoal. Juga jadwal

Santo Purnama

Oleh : Dahlan Iskan Pak, berita tentang Santo Purnama itu hoaks atau bukan? Banyak sekali pertanyaan seperti itu masuk ke DI’s Way. Kok hebat sekali putra Indonesia

Menara Gereja

Saya terpaksa minta bantuan Nixen Veidy Temo, 37 tahun. Ia wartawan koran Posko Manado yang tugasnya di Tomohon. Saya sudah tidak bisa minta bantuan ke siapa lagi.

Covid Apalagi

Oleh: Dahlan Iskan Masih ada lagikah yang perlu Anda ketahui tentang Covid-19? Rasanya tidak ada lagi. Anda sudah menjadi ahli Covid-19 sekarang ini –lebih ahli dari dokter.

Pusing Ka-Li-Mi-Cin

Oleh : Dahlan Iskan Drama kecil kembali terjadi di Gedung Putih. Kemarin. Yakni ketika kali kedua Presiden Donald Trump merekomendasikan obat malaria ini: Hydroxychloroquine. Sebagai obat untuk

Ventilator Salman

Oleh: Dahlan Iskan Dosen ITB ini tidak terkena Covid-19, tapi mengisolasi diri di Masjid Salman, ITB, Bandung.  Di situ sang dosen merenung: bagaimana bisa membantu penderita Covid-19.

Virus Minyak

Oleh: Dahlan Iskan Saya terima kiriman foto langit Jakarta, kemarin. Ternyata warnanya biru. Seperti langit beneran. Sudah lama saya tidak melihat langit Jakarta sebegitu aslinya. Tentu Anda

Pilihan Sulit

Oleh : Dahlan Iskan Kalau kita melihat angka-angka, Indonesia itu masih hebat. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Amitohu. Rahayu. Teman saya di luar negeri terus terheran-heran. Setengah tidak percaya.

Papa Zhang

Oleh : Dahlan Iskan ”Kantormu masih ada? Tidak hilang?” Itulah pertanyaan saya kepada teman baik saya di Beijing. Ia pemilik beberapa perusahaan. Kantornya di banyak kota: Beijing,

APD Ijon

Oleh : Dahlan Iskan Anda sudah tahu: Amerika Serikat sudah mengalahkan Tiongkok. Dari segi jumlah penderita Covid-19. Anda sudah tahu: Italia sudah mengalahkan Tiongkok. Dari segi jumlah

Puasa Mutih

Saya lupa kapan pertama menulis tentang Corona. Yang saya tidak lupa: ada pembaca yang sampai protes –kok topiknya Corona terus. Waktu itu dikira Corona itu hanya urusan

Paskah Open

Oleh : Dahlan Iskan Sesekali perlu juga agak serius memikirkan mengapa Presiden Trump bikin pernyataan kontroversial. Terutama pernyataannya yang terakhir kemarin, Selasa. Ia minta agar mulai Hari

Salah Siapa

Amerika terus menyalahkan Tiongkok. Terutama ketika Presiden Donald Trump terus disalah-salahkan rakyatnya: kok lambat sekali dalam menangani Covid-19. Menlu AS Mike Pompeo menuduh Tiongkok tidak mau memberikan

Berpikir 1000

Saya berpikir 1000x untuk menulis DI’s Way hari ini. Yang ke-1001 saya putuskan: menulis. Sepanjang semua orang bisa lockdown secara suka rela, sebenarnya memang tidak perlu lockdown

Lock Opo Tumon

Milan dan Wuhan ternyata beda. Sama-sama di-lock down tapi tidak sama prakteknya. Itu baru diketahui setelah 300 dokter dari Tiongkok tiba di Milan, Kamis petang lalu. Mereka

Obat Covid

Semua tahu: belum ada obat untuk Covid-19. Tapi apakah pasien tidak perlu diobati? Para dokter pasti berada dalam dilema yang luar biasa. Lalu harus membuat keputusan. Dokter

WA ke Anak

Oleh : Dahlan Iskan Banyak sekali pertanyaan seperti ini: mengapa angka kematian akibat Covid-19 begitu tinggi di Indonesia? Sampai 8 persen? Bahkan ada yang menyebut prosentase kematian

Opo Tumon

Begitu banyak yang bertanya ke Korea Selatan: bagaimana tanpa lock down jumlah penderita Covid-19 terus menurun di sana. Yang bertanya itu termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Tuduhan Konspirasi

Siapa ‘pasien zero’ Covid-19? Itulah yang terus dicari. Oleh siapa pun. Terutama ilmuwan bidang virus. Pasien zero di Korea Selatan sudah diketahui: wanita berumur 60 tahun jemaat

Menjadi Ayah

Oleh: Dahlan Iskan Hati-hatilah menjadi ayah. Anak Anda yang masih kecil pasti memperhatikan Anda. Diam-diam. Lalu merekam semua itu dalam kesadaran kecilnya. Lantas tumbuh menjadi obsesi: ingin

Anti Lockdown

Oleh: Dahlan Iskan Lockdown atau tidak? Tiongkok melakukan itu. Berhasil. Wabah virus Corona,  Covid-19, berhasil dikendalikan. Akhirnya. Korea Selatan tidak melakukan lockdown. Juga berhasil. Wabah virus di

Pertama Sembuh

Oleh : Dahlan Iskan Tidak ada berita yang lebih menggembirakan dari pada ini: penderita virus Corona No. 01 di Indonesia dinyatakan sembuh. Sudah boleh pulang. Doa kita

Trump Chibi

Oleh: Dahlan Iskan Kini Presiden Donald Trump sendiri yang bilang: kenapa harus takut dengan virus Corona. Yang mati kan hanya 22 orang –di Amerika Serikat. Bandingkan dengan