Bos, Sering Makan Tak Pakai Sendok

“Dek besok ke Jambi ya,” Bos Parno perintah kepada saya, Juni lalu. Saya pun langsung menjawab, Siap Bos. Kemudian  saya mempersiapkan mobil. Mengecek kendaraan dan menelpon kawan- kawan

Kita Kehilangan Tokoh Pers Nasional

SAYA mengenal Pak Suparno cukup dekat. Karena nama beliau ada “Wonokromo”, saya pikir beliau orang Surabaya. Jadi kalau bertemu beliau, saya langsung mengajak beliau ngobrol ala suroboyoan.

Sekretaris pun Tak Berguna

Hanida Syafrina Manager Pemasaran Pal Tv Di lantai 2 Graha Pena, ada ruangan yang menjadi tempat kerja Bapak Suparno Wonokromo. Kala itu tahun 2002, saya diminta menjadi

Sang “Dahlan Kunting”

Saya dan Suparno punya banyak kesamaan. Kami sama-sama wartawan, mulai jadi wartawan juga sama sekitar awal tahun 1980 an. Sama-sama mengawali bekerja di Jawa Pos, sama-sama anak

“Kita Beli Aja Hotelnya ……”

Mas Parno, selamat jalan ! Innalillahi wainna ilaihi rajiun.. Telah pergi salah seorang sahabat terbaik saya, Suparno Wonokromo, sahabat yang sama-sama jatuh bangun, membangun Jawa Pos Group,

Bos Piawai, Punya Insting dan Jeli

Almarhum Bos Parno merupakan pemimpin yang jujur. Juga pekerja keras, tegas, sederhana dan memiliki integritas. Dan satu kelebihan beliau, jeli dan memiliki insting yang sangat baik untuk

Pak Parno, Teh Poci, dan Nasi Gudeg

Oleh Masayu Indriaty Susanto Santai tapi serius. Rasanya semua masalah terasa gampang. Beliau selalu punya cara untuk melakukan apapun, sambil tersenyum dan tertawa. Selalu menularkan energi positif

Bos yang Sangat Peduli

“Saya yakin kamu dek. Walau bukan didikan langsung.” Begitu kalimat yang terucap dari H Suparno Wonokromo, CEO Harian Pagi Sumatera Ekspres. Ketika itu, Februari tahun 2016. Obrolan

Pak Parno; From Zero To Hero

Pertemuan saya dengan Pak Parno pertama kali terjadi pada 1992. Saat itu saya baru bergabung dengan Jawa Pos dan ditugaskan di Jakarta. Sebagai reporter baru yang tidak

Suparno, Sosok Agresif dan Korektif

“Sandal Jepit, Oblongan dan Rambut Licin adalah Ciri Khas yang  Sulit Dilupakan” ‐——————————— Sejak saya hijrah dari Sumatera Ekspres (Sumeks)  ke Riau Mandiri Group di Pekanbaru tahun

Pak Parno, Mas Parno, Bos Parno, Ki Suparno

Sudah 40 hari, H Suparno Wonokromo meninggalkan kita. Almarhum telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Jasa dan amal baiknya akan dikenang selamanya. Semoga husnul khotimah. Diterima oleh

Mas Parno

Oleh Dahlan Iskan Saya sarankan jangan semua orang membaca Disway hari ini. Tulisan ini hanya berisi kenangan untuk seorang anak buah yang baru saja meninggal dunia. Saya

Kepada Yth Keluarga Bapak H. Suparno Wonokromo

Innalillahi wainnailaihi rojiun Kami sekeluarga turut berduka cita atas wafatnya Almarhum H.Suparno bin Wonokromo; semoga almarhum husnul khotimah. Dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah Subhanahu