Camera Intai

Saya tidak tahu: ada berapa camera yang terpasang di seluruh Jakarta. Khususnya di sekitar Sarinah. Juga di tanah Abang. Yang, seandainya banyak, bisa dipakai untuk menganalisis kerusuhan

Burrito Time

Sudah seminggu penuh. Tiap hari makan siang saya burrito. Hanya burrito. Bikinan sendiri. Di rumah sahabat saya di pedalaman Kansas, Amerika: John Mohn. Sudah seminggu pula makan

Anak Perusahaan

Siapa tahu. Diam-diam banyak yang berdoa. Terutama para eksekutif BUMN. Lebih terutama lagi para eksekutif anak-anak perusahaan BUMN. Bunyi doa itu mungkin begini: semoga Mahkamah Konstitusi (MK)

Sampah Kaget

Tiga hari sebelum berangkat ke Amerika saya ke sini. Hari terakhir puasa. Ini pertama saya lihat. Di Indonesia. PLTU dibangun di tempat pembuangan sampah. Di Surabaya. Tepatnya

Hujan Batu

Wajahnya sembab. Matanya berlinang. Tapi tangannya mengepal.https://sumeks.co/hujan-batu/ Bicaranya tegang. Penuh emosi. Sedih dan jengkel menjadi satu pada diri Carrie Lam. Chief Executive Hongkong itu gusar: dituduh akan

Demo Hamil

Dia hamil. Dia dibunuh. Di kamar hotel. Di luar negeri. Si pembunuh dijatuhi hukuman ringan. Hanya karena memiliki barang milik wanita yang dibunuh. Bukan karena membunuh. Hukuman

Ibu Ani

Kaget. Ibu Ani Yudhoyono dikabarkan tidak sadarkan diri. Kemarin. Kelihatannya bukan hoax. Ada sumber beritanya yang terpercaya: wakil sekjen DPP Partai Demokrat. Yang sudah biasa memberikan keterangan

Tempe Kedelai

Iran bersikap dingin. Tidak lagi terlihat menantang-nantang. Tapi juga tidak menyerah. Padahal Presiden Donald Trump menyiratkan keinginan agar Iran menyerah padanya. Trump sudah terlanjur menggertak. Lewat tweet-tweetnya.

Ren Big Joke

Ia jarang sekali bicara pada publik. Kalau pun sesekali berkomentar isinya amat sopan. Menghargai orang. Seperti umumnya pengusaha besar. Tapi kali ini beda. Mungkin sudah saking jengkelnya.

Tidak Level

Kali ini tumben. Setiap kali ada pilpres koran-koran besar Amerika bersikap: mendukung capres yang mana. Kecuali harian nasional USA Today. Selasa kemarin koran itu berbuat ‘tumben’. Kali

Guo Bannon

“Strategi ancaman lewat Twitter”. Itulah andalan Trump. Dan strategi itu dianggap berhasil. Yang punya strategi adalah Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Yang menilai berhasil itu adalah mantan

Gila dan Mabuk

Tumben. Kali ini Tiongkok tidak segera melakukan tit-for-tat. Pembalasan setimpal itu. Tumben. Tidak seperti dua kejadian tahun lalu. Setiap kali Presiden Donald Trump menaikkan tarif bea masuk, Tiongkok

Menyesal Gwadar

Saya menyesal gagal ke Gwadar. Meski polisi Pakistan benar: nyawa saya terancam di perjalanan. Minggu lalu kekhawatiran polisi itu terbukti. 14 orang asing disekap. Di tengah jalan.

Poker Catur

Ini tentang dua karakter yang berbeda. Orang yang berbeda. Negara yang berbeda. Kesamaannya: sama-sama bela negara. Trump itu petinju. Tapi bukan Mohamad Ali. Yang bisa menari-nari di

Menang Nirkuasa

Dua hari lalu KPU akhirnya mengumumkan hasil pemilu. Hasilnya: partai penguasa kalah. Hanya mendapat 115 kursi. Itu pun dicurigai sudah lewat penggelembungan suara. Hitungan pihak oposisi partai

Kejutan Bukan

Ini kejutan. Juga bukan. Tiba-tiba saja Presiden Donald Trump mengunggah tweet. Selasa lalu: segera mengenakan tarif tambahan. Dari 10 persen ke 25 persen. Untuk barang Tiongkok. Yang

Kursi Roda

Di antara yang mengharukan-mengharukan itu inilah yang paling menitikkan air mata: saat mantan istri pertama sang raja datang ke istana. Tidak mampu lagi berjalan. Dia berada di

37 Derajat

Panas. Menyengat. Lembab. Kemringet. Suhu udara 37 derajat. Matahari seperti turun lebih dekat ke bumi. Saya tidak kuat. Memilih meninggalkan komplek istana Dinasti Chakri ini. Nasehat dokter

BYD

Akhirnya resmilah akan ada mobil listrik di Indonesia: impor. Impor utuh. Dari Tiongkok. Yang mengimpor adalah perusahaan taksi: Blue Bird. Tahap pertama 30 unit dulu. Merk BYD.

Porang Komersial

Dulu saya yang anjur-anjurkan. Sekarang giliran saya yang harus belajar. Ternyata porang sudah jadi tanaman komersial. Bukan lagi sekedar tanaman sela. Saya diminta membuktikan sendiri. Ke pegunungan.

Other Belt

Muktamar kedua OBOR ditutup dengan komitmen baru: memperbaiki tata kelola. Antara lain akan lebih memperhatikan kelangsungan kemampuan pembayaran utang nasabahnya. Dengan demikian stigma ‘jebakan utang’ lewat OBOR

Rumah Sial

MISALKAN ada orang mati di rumah Anda. Lalu Anda mau jual rumah Anda. Haruskah Anda beritahu kejadian itu kepada calon pembeli? Tapi yang mati kali ini tokoh

Simpang Obor

Tuan rumah bilang: “Kami ini masih seperti dulu, masih tergolong negara berkembang. Belum bisa dibilang negara maju”. Tamunya bilang: “Tiongkok ini sekarang sudah menjadi negara besar”. Tuan

Sayap RSS

Mereka menyebutnya bukan ‘menunggangi agama’. Justru dengan sengaja membawa bendera agama. Untuk memenangi Pemilu di India. Yang sedang berlangsung sekarang ini. Itulah pola perjuangan partai BJP (Bharatiya

Kembali ke OBOR

Justru kian meriah. Acara yang dibuka besok lusa itu. Pun kian banyak kepala pemerintahan yang hadir. Termasuk Presiden Putin dari Rusia. Padahal Amerika terus melancarkan kampanye negatifnya.

Pemilu 7 Tahap

Demokrasi memang mahal. Tapi lebih mahal lagi kalau “Pemilu yang mahal itu tidak berkualitas”. Demi kualitas itu India tidak mau grusa-grusu. Pemilunya dibuat tujuh tahap. Masa pencoblosannya

EVM via Novelis

Adakah pemilih yang merasa salah coblos di TPS? Lalu minta kartu suara yang baru? Saya belum pernah menemukan yang seperti itu. Pun kalau kelak tidak pakai kartu

Snow Man

Pukul tiga pagi telepon berdering. Yang ditelepon tidak mengeluh. “Ini pasti darurat,” katanya dalam hati. Benar. Ada orang yang terjebak di dalam gua bawah air. Seperti di

Move On

Siapa pun yang menang, yang kalah adalah hoax. Yang juga kalah adalah fitnah. Begitu pemilu ini selesai, hoax pasti tidak begitu laku lagi. Lalu-lintas fitnah akan menurun

Netralitas Mahfud

“Saya perkirakan Pemilu besok akan bermuara di MK, karena itu saya harus netral,” ujar Prof. Dr. Mahfud MD. Beliau adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi. Yang melahirkan banyak