oleh

Tahu-tahu Pindah Domisili, Warga Plaju Darat Lapor Polisi

SUMEKS.CO – Merasa dirugikan dan tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oknum RT dan oknum Kelurahan Jakabaring Selatan, sejumlah warga Plaju Darat, Palembang menempuh jalur hukum dan melaporkan atas pemalsuan dokumen ke SPKT Polda Sumsel.

Warga ini sebelumnya kaget tiba-tiba domisili mereka pindah dari warga Kota Palembang menjadi warga Kabupaten Banyuasin. Kejadian ini awalnya diketahui seorang warga Herianto (44), warga Komplek Ponpes Ar Rahman, RT 35, RW 10, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju Palembang.

Saat itu Herianto akan mengajukan bea siswa untuk anaknya yang sedang kuliah di UIN Raden Fatah Palembang. “Tidak dapat dicairkan lantaran sudah berpindah domisili dari Kota Palembang ke Kabupaten Banyuasin,” terangnya.

Perubahan KTP dan KK dari Palembang menjadi warga Banyuasin, sama sekali tidak diketahui. “Saya juga tidak pernah mengajukan kepada siapa pun masalah pindah domisili,” ungkapnya.

Herianto yang penasaran lalu mencari tahu dan ternyata, domisilinya pindah saat mengumpulkan fotocopy KK berdasarkan permintaan dari Ketua RT 12 Kelurahan Jakabaring Selatan.

“Sekarang ini jadi warga tidak jelas. Warga Palembang sudah bukan. Sekarang tiba-tiba di Banyuasin juga dikeluarkan, domisili tidak jelas,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi ketika dikonfirmasi membenarkan laporan korban dan saat ini sudah ditindak lanjuti pihak Reskrimum.

“Laporan korban diterima di SPKT dengan nomor STTPL/777/X/2020/SPKT tertanggal 13 Oktober 2020 lalu. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” terang Supriadi.

Terpisah, Ketua Forum Masyarakat Plaju Darat Bersatu Daryoni menjelaskan dari penelusuran, ada sejumlah warga yang menjadi korban pemalsuan dokumen perpindahan domisili.

“Dari penelusuran kami, oknum ketua RT di Kelurahan Jakabaring Selatan sempat meminta fotocopy KK dengan alasan untuk mendapatkan bantuan sembako dampak pandemi Covid-19,” katanya.

Bantuan yang dijanjikan tidak pernah diterima malah warga yang berpindah domisili.

“Warga yang menjadi korban pemalsuan bersama-sama untuk melaporkan kasus ini ke polisi. Awalnya kami akan melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Lurah dan Disdukcapil, tapi kami putuskan untuk menempuh jalur hukum saja. Laporan juga sudah diterima dan sudah di proses, tinggal menunggu proses selanjutnya,” tukasnya.(dho)

 

 

Komentar

Berita Lainnya