oleh

Tahun Baru, Akses Pendakian ke Puncak Dempo Ditutup!

PAGARALAM – Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan Resor Pagaralam, mengeluarkan surat edaran Nomor: B/469/XII/IPP.1.2.5/2020 perihal Imbauan Larangan Keramaian pada saat malam tahun baru 2021.

Salahsatu isi surat edaran tersebut, agar tidak mengizinkan masyarakat, untuk mendaki Gunung Dempo, dikarenakan sulitnya melakukan pengawasan dan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, sehingga rentan menyebabkan terjadinya penyebaran virus Covid-19 di Kota Pagaralam.

Berkaitan surat edaran ini, Pengurus Balai Registrasi Gunung Api Dempo (BRIGADE) Kota Pagaralam, Arindi AR mengajak kepada seluruh para pendaki yang hendak melakukan pendakian ke puncak Dempo untuk dapat mengindahkan surat edaran ini.

“Ya, terhitung tanggal 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 mendatang, untuk akses pendakian ke puncak Dempo Ditutup. Hal ini sesuai dengan surat edaran yang diterbitkan oleh Polres Kota Pagaralam,” tutur Arindi.

Kendati demikian kata Arindi, untuk aktivitas camping masih diperbolehkan, dari tanggal 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 mendatang. Selain itu, meski pendakian ke Gunung Dempo ditutup untuk pendakian, Anggota BRIGADE Kota Pagaralam tetap melakukan kegiatan pengawasan serta monitor di lokasi titik awal pendakian.

“Anggota BRIGADE Kota Pagaralam tetap akan keliling berpatroli, untuk mengawasi yang kemping. Dan pendaki-pendaki yang nekat ‘muncak’akan kita kenakan sanksi. Pengawasan yang kita lakukan ini untuk memastikan tidak ada pendaki yang nekat untuk muncak Dempo di momen pergantian tahun,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIK MH menyatakan, Penutupan Pendakian ke Puncak Gunung Api Dempo sesuai dengan Maklumat dan arahan Kapolri No. IV/XII/2020, agar seluruh lapisan masyarakat Tidak Menyelenggarakan Pertemuan.

“Ini bertujuan sebagai tindakan pengawasan dan pencegahan. Sebab sulit melakukan pengawasan dan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, di areal atau wilayah pendakian, sehingga rentan menyebabkan terjadinya penyebaran virus Covid-19 di Kota Pagaralam,” pungkasnya. (Ald)

 

Komentar

Berita Lainnya