oleh

Tak Ada Banding bagi Calon Suksesor Erick

Sumeks.co – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) gelar Kongres 9 Oktober nanti. Rapat tertinggi anggota KOI ini untuk memilih suksesor Erick Thohir yang sudah berkuasa sejak 2015. Selain membuka lowongan pengganti Erick, Kongres KOI juga memilih Waketum KOI, dan anggota Komite Eksekutif (KE) KOI periode 2019-2023 serta penghuni Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) dan Dewan Etik KOI.

Untuk menggelar pemilihan, KOI telah memilih Tim Penjaring Bakal Calon baik Ketum, Waketum, dan KE serta BAKI, juga Dewan Etik KOI. Tim ini dipegang langsung Ketum KOI Erick Thohir dengan Sekjend Hellen Sarita de Lima dengan tujuh anggota. Tim penjaringan dipimpin langsung Erick dengan alasan tidak ada orang sekredibel Erick dan sesuai hasil Kongres Istimewa pada 25 September lalu. Kongres Istimewa juga memajukan pelaksanaan kongres yang seharusnya November menjadi 9 Oktober.

“Kami di sini menjalankan putusan Kongres Istimewa. Tidak ada yang kami langgar. Sesuai dengan AD ART baru, pemilihan nanti tidak termasuk Sekjend dan Bendahara. Dua posisi ini yang di Kongres sebelumnya ikut dipilih langsung kini personelnya diserahkan kepada Ketua terpilih,” ungkap Hellen di Kantor KOI Senayan, Jakarta Pusat.

Dijelaskan Hellen, bakal calon yang ingin maju harus mengembalikan sendiri dokumen persyaratan hard copy dan soft copy saat pendaftaran. Tim menjaring tidak terima surat kuasa. Ini karena tim penajating diwajibkan ketemu langsung dengan bakal calon alias balon.

Syarat mendaftar harus mendapat dukungan minimal 30 suara. Pendaftaran dibuka sejak kemarin hingga 6 Oktober pukul 20.00 WIB. Tim penjaringan langsung mengadakan verifikasi dan evaluasi selama dua hari pada 7-8 Oktober. Setelah itu, nama yang lolos akan dibawa pada Kongres 9 Oktober. Tidak ada ruang untuk banding.

Anggota KOI ada 51. Rinciannya, 30 cabang olimpiade dan 21 cabang olahraga yang eksis di multievent. Untuk cabang olimpiade mendapatkan keistimewaan mendapatkan 3 suara per cabor sementara cabor non olimpiade masing-masing 1 suara. Jadi, total ada 111 suara. Selain itu, KOI sebagai lembaga juga diberi satu hak suara, sehingga total suara yang akan diperebutkan sebanyak 112.

Dikatakan anggota Tim Penjaringan Wijaya Mithuna Noeradi, alasan Kongres dimajukan karena ada beberapa kegiatan yang membutuhkan konsentrasi KOI. Terdekat adalah SEA Games Filipina akhir 2019, tepatnya pada 30 November hingga 12 Desember.

Selain itu, ketua baru yang terpilih nanti juga bisa fokus mengajukan bidding tuan rumah Olimpiade 2032, mengingat Australia saat ini sudah melobi Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara intens. “Kami buka pendaftaran karena waktu yang sempit,” ucap anggota Tim penjaringan Wijaya Mithuna Noeradi.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya