oleh

Tak Ada Cairan, juga Tapak Kaki

-Hukum-644 views

PALEMBANG – Hasil pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Palembang. Terkait dugaan kekerasan seksual yang dialami YL (27), bidan Desa Pelabuhan Dalam, Pemulutan Ogan Ilir keluar. Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyampaikannya kepada awak media, kemarin (22/2).

“Tidak ditemukan (maaf) cairan pelaku di kasur maupun di alat vital korban,” katanya. Namun, kebenarannya masih akan diselidiki lebih lanjut. Sempat terjadi debat antara tim Labfor dengan pihak puskesmas terkait cairan yang ditemukan. Pihak puskesmas menyatakan itu sperma pelaku. Tapi dari hasil labfor, bukan. Fakta ilmiah lain, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan bulu-bulu (maaf) kemaluan. Serta jejak langkah para pelaku yang katanya berjumlah lima orang di kamar tempat kejadian.

“Ada laporan perampokan, tapi tidak ada kerusakan TKP,” imbuh Kapolda. Namun, kejanggalan ini belum bisa disimpulkan mengingat pihaknya masih menunggu hasil visum terhadap korban dari RS Bhayangkara Palembang. Setelah itu, akan dilakukan rekonstruksi.

Menurut Kapolda, jika memang ada unsur pemerkosaan, maka harus ada bukti yang mendukung. Agar kasus ini bisa diproses secara hukum. Penting agar polisi tidak salah melakukan pengungkapan kasus.  Dalam pemeriksaan oleh petugas, ada 61 pertanyaan yang telah diajukan ke pada korban. Hanya satu yang konsisten dijawab yakni korban mengaku diperkosa. Sedangkan pertanyaan lain sering berubah-ubah keterangannya.

“Kami tidak langsung menyatakan ini rekayasa, tapi dari bukti ilmiah ada kejanggalan. Makanya, perlu dilakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kasus ini,” tandas Zulkarnain.

Sebelumnya, Kasubdit Yanmendokpol RS Bhayangkara Palembang, dr Yunita L MARS, menjelaskan. Keadaan Bidan YL mulai membaik. Namun wajah dan leher korban masih nyeri. Selain itu, mata korban masih merah. Korban sudah di-scanning. Pipi kiri korban masih merah karena ada pembengkakan di bagian dalam. Kepala juga masih sering pusing. Bidan YL juga sudah diperiksa kondisi kejiwaannya oleh dr Leman SpKJ.

“Dari hasil pemeriksaan, korban masih trauma. Masih ada rasa takut, apalagi malam hari. Takut saat memejamkan mata ketika tidur,” tuturnya.

Kesimpulan secara medik, ucap dr Yunita, korban bisa dikategorikan stres akut. Karenanya, diperlukan konseling dan support dari keluarga, teman, dan kerabat. Selain obat-obatan, korban juga perlu didampingi agar ikhlas. Sehingga keadaannya bisa segera pulih. Untuk itu, ada tiga dokter yang saat ini merawat Bidan YL.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pemerkosaan disertai perampokan menimpa seorang bidan desa (bides) di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten OI, berinisial Yl (27). Korban baru mempunyai anak satu berusia delapan bulan. Dan ditinggal suaminya yang bekerja di Pulau Jawa.  Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (19/2), sekitar pukul 00.30 WIB, di kamar bagian dapur puskesdes yang memiliki empat kamar. Para pelaku yang berjumlah lima orang masuk melalui jendela samping bagian tengah puskesdes sebelah kanan. Yang posisinya berada di samping Kantor Kades Simpang Pelabuhan Dalam. (wly/ce1)

Komentar

Berita Lainnya