oleh

Tak Ada Jaminan Jacksen Bakal Kembali ke Jayapura

Sumeks.co – Seluruh aktivitas tim Persipura Jayapura resmi dihentikan. Penyebabnya, tidak ada sokongan dana lagi dari pihak sponsor. Padahal, gaji pemain, pelatih, dan ofisial harus tetap dibayar.

Lalu, bagaimana nasib pemain dan pelatih? Sampai saat ini, belum ada kepastian yang diberikan. Namun, untuk pelatih, posisi itu bisa saja akan diisi nama lain.

Sebab, masa kerja Jacksen F. Tiago sebagai head coach sudah berakhir 31 Desember 2020 lalu. Tidak ada jaminan pelatih asal Brasil itu akan kembali ke Jayapura.

Saat ini, Jacksen berada di Surabaya. Bagaimana jika manajemen kembali membutuhkan jasanya di skuad Persipura? Tidak ada kepastian yang diberikan.

’’Saya belum bisa jawab kalau soal itu. Karena saat ini semua sulit diprediksi. Banyak hal yang sedang terjadi di sepak bola,’’ kata Jacksen saat dihubungi Jawa Pos.

Artinya, Jacksen masih pikir-pikir kalau mau kembali ke Persipura. Untuk saat ini, pelatih 52 tahun itu memilih menghabiskan waktu di Surabaya. ’’Rencanaku ke depan tetap seperti saat ini. Belajar dan menikmati waktu dengan keluarga. Tidak ada yang berubah sama sekali sejak Maret lalu,’’ tambah mantan pemain Persebaya Surabaya itu.

Sejatinya, pembubaran skuad Mutiara Hitam –julukan Persipura– cukup mengejutkan Jacksen. Sebab, sebelumnya, tidak ada komunikasi soal pembubaran tersebut. Manajemen juga belum memberi tahu jajaran tim pelatih.

’’Sebenarnya saya malah baru tahu (pembubaran tim) dari media,’’ ungkap mantan pelatih Barito Putera tersebut.

Karena tim sudah dibubarkan, Jacksen mengambil sisi positifnya. ’’Waktu dengan keluarga akan bertambah,’’ jelasnya. Praktis, Jacksen bisa melihat perkembangan putra bungsunya, Diego Samir, yang kini berusia 2 tahun. Selain itu, dia bisa melatih secara langsung putra bungsunya, Hugo Samir.

Bukan hanya Jacksen yang belum pasti kembali ke Persipura. Pemain asing juga demikian. Takuya Matsunaga, misalnya. Gelandang asal Jepang itu sebenarnya ingin bertahan di Persipura. Apalagi, dia merasa sudah betah bermain di Jayapura.

Sayang, kondisi tim yang dibubarkan membuatnya kebingungan. ’’Kondisi tim membuat saya tidak yakin. Saya harus berpikir, bicara dengan manajemen, kemudian memutuskan apa yang harus saya lakukan,’’ terang mantan pemain Kalteng Putra itu saat dihubungi Jawa Pos.

Kondisi keuangan klub memang jadi alasan tim dibubarkan. Meski begitu, pihak manajemen tetap akan berusaha mempertahankan tim ke depan. Apalagi, Persipura akan berlaga di ajang AFC Cup 2021. ’’Kami mohon doa dan dukungan agar mendapat dukungan yang jelas dan pasti,’’ terang Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano. (jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya