oleh

Tak Ada Kenaikan Upah, 2021 Pakai Upah Minimum 2020

JAKARTA – Patokan upah minimum tahun 2021 telah ditetapkan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah melalui Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020 yang ditujukan kepada Gubernur se-Indonesia. Nilai upah minimum yang akan dipakai untuk membayar gaji pekerja/buruh pada tahun depan sama dengan nilai yang ditetapkam untuk 2020, mengingat masih masa Pandemi Covid-19 yang juga berimbas pada perekonomian nasional yang tahun ini diprediksi minus.

Diungkapkan Ida, penerbitan SE ini dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan dan keberlangsungan bekerja bagi pekerja/buruh. “Serta menjaga kelangsungan usaha. Mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia pada masa pandemi Covid-19 dan perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada Gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai upah minimum tahun 2021, sama dengan tahun 2020,” ujarnya, kemarin.

Katanya, pihaknya bersama Dewan Pengupahan Nasional telah melakukan diskusi panjang dan kajian mendalam terkait dampak pandemi Covid-19. Dimana dampaknya juga dirasakan oleh perusahaan dalam kemampuan membayar upah pekerja/buruh. “Ini merupakan jalan tengah yang diambil pemerintah, dimana kondisi saat ini sulit dan tidak mudah,” bebernya. Keputusan tersebut katanya sudah mempertimbangkan berbagai dasar hukum yang berlaku, seperti UU 13/2003, UU 2/2020, PP 78/2015 dan Peraturan Menaker 15/2008.

Selanjutnya, upah minimum 2021 ini akan ditetapkan dan diumumkan oleh seluruh pemerintah daerah pada akhir bulan ini juga. “Melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menetapkan dan mengumumkan upah minimum provinsi tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober nanti,” katanya.

Dirinya juga mengungkapkan, pemerintah akan tetap memperhatikan kemampuan daya beli masyarakat dimana salah satunya penyaluran subsidi upah termin 2 yang akan diberikan awal November nanti. Dari hasil subsidi upah termin 1 yang lalu (data per 23 Oktober), pihaknya telah menyalurkan kepada 12.192.927 pekerja dengan anggaran Rp14,63 triliun atau baru 98,30 persen. “Termin kedua ditargetkan mulai minggu pertama November,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, beberapa investasi yang masuk tahun ininke Indonesia pun diharapkan dapat menyerap tenaga kerja. “Baik yang diakibatkan karena PHK atau yang tidak atau belum bekerja. Mudah-mudahan setelah UU Cipta Kerja diberlakukan semakin memperluas lapangan kerja nantinya,” tukas Ida. Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian menambahkan, penetapan upah minimum 2021 yang sama seperti 2020 ini merupakan upaya pemerintah agar perusahaan tidak mengambil langkah PHK. “Ini sebagai basis keputusannya,” ujarnya.

Ia menyebut, kuartal ketiga ekonomi Indonesia akan lebih baik dari sebelumnya, yakni di kisaran minus 1 persen hingga minus 3 persen. Sementara sampai Desember atau sepanjang tahun ini, diprediksi ekonomi Tanah Air di kisaran minus 1,7 persen hingga positif 0,6 persen. “Pada 2021, sampai akhir tahun nanti pertumbuhan ekonomi kita pada kisaran 4,5 persen sampai 5,5 persen,” imbuhnya.(rei)

Komentar

Berita Lainnya