oleh

Tak Dapat Izin Keluar, Penyidik Datangkan Dokter untuk JA

SUMEKS.CO – Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel tidak mengizinkan JA, Wakil Bupati OKU keluar untuk berobat ke Rumah Sakit Bhayangkara. Tindakan tersebut sangat disayangkan oleh kuasa hukumnya Titis Rachmawati, SH MH CLA.

Menurut Titis, kliennya merupakan tahanan penyidik Polda Sumsel dan memiliki surat kontrol dari Rumah Sakit Bhayangkara. Tetapi karena koordinasi penyidik Ditreskrimsus Polda dan Direktur Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) diduga tidak sejalan, menyebabkan hak kliennya untuk berobat hingga saat ini tidak ada kejelasan.

“Padahal status JA adalah masih tersangka, yang hak-hak asasi untuk berobat dan kontrol ke dokter harusnya dilindungi undang-undang. Seharusnya tidak dihambat-hambat dengan alasan tidak jelas, surat izin kontrol tersebut permintaan dokter RS Bhayangkara, bukan permintaan klien kami. Jadwal kontrol yang harusnya tanggal 1 April 2020 kemarin sampai sekarang tidak ada kejelasan,” terang Titis.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol H Anton Setiyawan melalui Kasubdit Tipidkor AKBP Dalizon mengungkapkan, selama tersangka ditahan di rumah tahanan Polda Sumsel, untuk izin keluar setiap tahanan, siapapun itu, mungkin karena sakit, berobat, dan lain lain itu adalah tugas, tanggung jawab dan kewenangan dari Dit Tahti.

Meskipun ada pengecualian terhadap tersangka JA, yaitu harus ada pendampingan dari penyidik, dan itu sifatnya untuk pengamanan perkara. Jadi bukan izin dari penyidik, penyidik sifatnya hanya mendampingi, untuk mengawasi komunikasi pihak luar yang ingin bertemu JA, baik itu keluarga, dokter dan lain lain.

“Kami sudah komunikasi dengan Karumkit Bhayangkara, mengenai tersangka JA yang saat ini ingin kontrol ke dokter. Menurut Karumkit, kontrol berobat sifatnya tidak harus dilakukan oleh setiap pasien, kecuali jika memang ada keluhan sakit yang lain,” terang Dalizon.

Dalizon menambahkan, tersangka JA pada Rabu (1/4/2020) sudah diizinkan oleh Tahti dan didampingi penyidik Tipidkor untuk kontrol ke Rumkit, tetapi dokternya tidak ada.

“Dan hari ini keluarganya bersikeras lagi mau membawa JA ke Rumkit Bhayangkara lagi. Setelah kita berkoordinasi dengan Kepala Rumkit Bhayngkara, akhirnya dokter dan perawat didatangkan ke Rutan Polda, tapi ternyata JA tidak mau dikontrol kesehatannya,” bebernya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, JA yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati OKU, Selasa (14/1/2020) resmi menjadi tahanan sementara Polda Sumsel setelah dia ditetapkan sebagai tersangka kasus mark-up tanah kuburan di Baturaja tahun 2012 lalu. Hasil audit menilai ada ketugian sekitar Rp 3,49 miliar.

Dan sebelumnya lagi, Senin (13/1/2020) gugatan pra peradilan yang diajukan di PN Baturaja, hakim memutus dengan menolak gugatan seluruhnya. Setelah Praperadilan ditolak, JA mendatangi tim penyidik untuk dilakukan pemeriksaan dan langsung ditahan.(dho)

Komentar

Berita Lainnya