oleh

Tak Jaga Lahan Terbakar, Satgas Gakkum Karhutla Segel Lahan Konsesi PT TCP di Muba

-Nasional-120 views

SUMEKS.CO – Satuan Tugas Penegakan Hukum Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Gakkum Karhutla) KemenLHK, Jumat  (4/10) menyambangi kabupaten Muba. Tujuan mereka menyegel lahan konsesi PT TCP. Lokasinya di Muara Medak.

Penyegelan dilakukan sebagai sanksi penegakan hukum bagi perusahaan yang tidak dapat menjaga lahannya dan atau membiarkan lahannya terbakar.

“Ini kita lakukan penyegelan sebagai langkah dimulainya proses penyelidikan. Kita akan panggil pihak-pihak terkait, yang jelas pemilik usaha harus bertanggungjawab pada areal konsesinya,” kata  Ketua Satgas Gakkum Karhutla KemenLHK, Sugeng Priyanto.

Kata pria yang juga Direktur Pengaduan Pengawasan dan Penerapan Sanksi Administrasi KemenLHK itu, pihaknya melihat juga track record perusahaan yang lahannya terbakar.

“Untuk yang ini, ternyata sudah pernah terjadi Karhutla 2015 lalu,” bebernya.

Dan tahun ini, lahan yang terbakar terluas di Sumatera. Selain ancaman pembekuan atau pencabutan izin, perusahaan bisa dituntut perdata untuk ganti kerugian, juga diproses secara pidana baik perorangan maupun korporasi.

Sehari sebelumnya, Satgas Gakkum KemenLHK telah lebih dulu menyegel lahan konsesi PT Dinamika Graha Sarana (DGS).

Lokasinya di Desa Penyandingan, Kecamatan Tulung Selapan, OKI. Luas lahan yang terbakar di sana sekitar 750 hektare.

Sementara itu, jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi terbilang minim. Hanya 12 titik. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, titik panas tidak bisa terpantau Satelit LAPAN secara maksimal. “Karena terhalang awan,” katanya.

Untuk di lapangan upaya pemadaman terus dilakukan. “Laporan terakhir dari tim darat hari ini (kemarin) di PT Tempirai asap mulai menipis,” ujar Ansori.

Sedangkan untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC), pihaknya belum mendapatkan laporan resmi. ““Total kita rekap sudah 14,4 ton NaCL (garam) yang dtebar. Sudah 18 kali sorti dari tim TMC,” katanya.

Untuk water boombing masih terus dilakukan. Fokus pemadaman di wilayah OKI karena lahan yang terbakar masih luas.(kur)

 

 

 

 

Komentar

Berita Lainnya