oleh

Tak Puas Pelayanan, Emak-Emak Geruduk BPJS

PALEMBANG – Bingung, karena Kartu Indoensia Sehat (KIS) tak dapat digunakan berobat, puluhan ibu-ibu warga Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I yang terdaftar pada pelayanan Puskemas Padang Selasa melalui program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial, (BPJS) mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan Palembang.

Desi Susanti, salah satu ibu rumah tangga mengungkapkan, dirinya bersama dengan ibu-ibu yang lain datang ke kantor layanan BPJS Kesehatan untuk mempertanyakan belum terdaftarnya nama mereka pada klinik yang menjadi pilihan mereka berobat (faskes pertama).

“Kami ini memang pada bulan 11 lalu ngurus pindah faskes, dari Puskesmas Padang Selasa ke klinik Patmawati, Kelurahan Lorok Pakjo tapi ketika berobat tidak bisa diklaim,” ungkapnya saat ditemui di depan kantor layanan BPJS Kesehatan Jl R Soekamto, Senin (4/3).

Maka itu, lanjutnya untuk memastikan kenapa tak dapat menerima layanan pengobatan ini, dirinya bersama ibu – ibu yang lain merasa senasib langsung ke layanan untuk menanyakan hal ini. “Nanya ke petugas layanan, tapi diminta ambil nomor antrian dulu,” ujarnya.

Karena itu, rombongan ibu-ibu ini keluar lagi, dan menunggu di bawah pohon yang terdapat di halaman kantor BPJS Kesehatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. “Kami nunggu informasi, ya bagaimana selanjutnya. Karena kalau tidak bisa digunakan susah kalau ada yang sakit,” ujarnya.

Terkait alasan melakukan pindah faskes, karena menilai kalau datang berobat ke klinik pelayanannya lebih baik, karena bisa melayani selama 24 jam, sedangkan ke puskemas waktunya terbatas. “Puskemas cuma sampai sore, kadang kita nak berobat tidak tau jam berapa sakit,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan masyarkat ini, Kepala SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Cabang Palembang, Hendra Kurniawan menyampaikan, peralihan faskes bisa saja dilakukan dan semestinya tidak ada masalah di ujung dengan tidak bisa digunakan untuk berobat.

“Pemegang KIS bisa mengajukan pindah faskes setelah peserta ikut sebagai kepesertaan BPJS setelah tiga bulan. Kemudian, jika ia pindah misal dari puskemas ke klinik, minta pindah tanggal 15 maka faskes yang dituju baru akan berlaku tanggal 1 bulan berikutnya, dan selama masa transisi itu faskes lama tetap bisa digunakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan, sebenarnya untuk mengurus pindah faskes tidak lah sulit, dan tak sampai mesti ada maslah seperti ini, karena proses nya bisa di pantau dengan mengecek melalui nomor KIS. Dan permintaan pindah Faskes juga murni hak pemegang kartu, tanpa adanya arahan mesti ke faskes mana.

“Sebenarnya lewat Aplikasi mobile JKN bisa minta faskes tanpa ribet, dan melihat prosesnya sampai dimana. Atau kalau sudah kejadian seperti ini bisa langsung datang ke kantor layanan, kemudian dicek nomor KIS nya dimana letak trouble yang mungkin tejadi, sehingga terjadi seperti itu, bisa juga masyrakat telepon hotline 15000400,” pungkasnya. (cj10)

Komentar

Berita Lainnya