oleh

Takjub, 68 Paskibra Menari di Stadion Kemiling

PALEMBANG – Hal tak biasa ditampilkan oleh 68 Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di Stadion Kemiling, Baturaja, pada Senin pagi. Jika biasanya para pasukan ini mengibarkan bendera merah putih, berbeda dengan hari ini mereka malah memamerkan liak-liuk indah dalam sebuah tarian kolosal. Paskibra yang merupakan pelajar SMPN 50 SATAP OKU ini ternyata turut memeriahkan dengan unjuk kebolehan dalam pembukaan Jambore Purnapaskibra Indonesia (PPI) se-Sumatera Selatan.

Merta Aziza dan Walianti Syuhada, guru SMPN 50 SATAP OKU yang merupakan pelatih tari kolosal ini mengatakan, tema yang diambil dalam even ini adalah keragaman budaya di Indonesia. Tarian kolosal ini meliputi berbagai tarian daerah dan tarian kreasi modern yang menggambarkan kekayaan dan keberagaman budaya di tanah air. Tarian tersebut terdiri atas Tarian Gending sriwijaya, Tarian Ratu Jaro, Tari Bujang Gadis Palembang, Tarian Roro jonggrang, Tarian Yamko Raambe Yamko, Tarian Dewa Ruci serta tarian kreasi modern lainnya yang berpadu berjalan selaras.

“Alhamdulillah, mereka sukses membawakannya dengan penuh semangat dan kegembiraan. Hal ini membuat tarian kolosal tampil spektakuler,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Hamdan, S.Ag, Kepala SMPN 50 SATAP OKU. Dijelaskannya, siswa SMPN 50 SATAP terpilih untuk menjadi key performence dalam pembukaan Jambore PPI se Sumsel ini bukan tanpa alasan.

Sekolah yang beralamatkan di Jalan trans Batumarta II ini selama tiga tahun berturut-turut berhasil meraih gelar juara pada kompetisi Paskibra yang diselenggarakan Purna Paskibraka Indonesia. Walau masih terbilang baru, sekolah yang baru 8 tahun berdiri ini berhasil merebut tropi Juara Umum dalam kompetisi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi usaha keras para siswa berikut guru pembimbing yang telah melatih dengan giat sehingga dapat mempersembahkan penampilan yang luar biasa ini,” ujarnya.(irw)

Komentar

Berita Lainnya